Cari

dalizarin

ceri tahu

Surat dari Tuhan Untukmu yang Beruntung

Dalam lentera bayang bayang malam aku terkejut dan terperanjat dengan suara aneh’’ srekkkk……klentung…….srekkkkk……’’yang ku dengar disekitar jendela rumahku kemudian disusul dengan adanya bayangan yang terlihat dicelah celah jendela kamar . Perlahan lahan bayang bayang itu menjadi lebih besar melewati jendela kamarku yang terlihat ditembok kamarku, kebetulan disamping jendela itu terdapat jalan setapak yang tidak terhalang dengan apapun. Karena rasa penasaran diringi rasa takut didalam dada menjadikan aku bersiap siaga .

Kuhadapakan mata,hidung besar ini pelan pelan kecelah celah jendela kulihat sumber suara yang tadi terdengar ternyata ada seorang laki laki tinggi besar menarik sebuah gerobak yang mempunyai muatan banyak tertutup dengan kain berwarna gelap yang sebagian bawaanya ada yang mengenai jalan sehingga menimbulkan suara dari gesekan tersebut, bayang bayang lainnya terlihat seorang wanita terlihat dari rambutnya yang agak panjang, memakai baju daster dengan menggendong sesuatu yang nampaknya agak berat karena terlihat sampai wanita ini jalannya membungkuk terlihat pula menyangking beberapa kantong kresek gelap.

Perlahan lahan bayang bayang itu agak menjauh dari jendela tanpa sengaja karen tangan ini gemetaran menyenggol kaleng bekas susu dan terjatuh ‘’ KLENTUNG………lung lung…’’ aku berusaha untuk menghentikan suara kaleng itu dengan cepat dengan mengambilnya, kembali aku melihat kejendela ternyata apa yang terjadi dua orang tersebut berhenti dengan menoleh dengan tatapan yang tidak terlalu jelas ketempat aku berdiri karena agak terhalang sinar lampu yang redup karena posisinya membelakangi lampu,sekoyong koyong kaki ini menjadi linu. Keduanya berbisik bisik, kemudian dua orang tersebut terlihat langkah kakinya semakin lebih cepat dan menjauh dari pandangan mata ini sampai kedua orang tersebut berhenti pada sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 500 m dari rumahku.

Melihat keadaan sudah aman aku letakkan kaleng yang tadi jatuh, kuambil selimut tebalku kulihat arloji yang terpasang ditangan kiriku terlihat bahawa sekarang menunjukkan pukul 01.13 dini hari, kurapatkan kelopak mata agar cepat terpejam ini sambil berdoa semoga ini bukan pertanda buruk .‘’Tok…..Tok…..Tok….Tok……’’ suara ketokan pintu mengagetkanku terdengar suara syang sangat lembut membuatku tersadar bahwa suara tersebut adalah suara ibuku. ‘’Kasep… Hayuk bangun sekarang sudah pukul 05.00 pagi hayuk ambil air wudhu langsung sholat ya’’ suara ibuku yang lembut itu.Dengan masih wajah yang terheran heran apa yang terjadi dengannya tadi pagi itu Dalam hatiku Ya Alloh Ampunilah aku karena jadi bablas ga sholat tahajud.

Segera aku menuju kekamar mandi mengambil air wudhu dilanjut dengan sholat subuh disempurnakan dengan memanjatkan doa. Karena masih takut dan penasaran tetang kejadian dini hari itu jadi aku meminta tolong ayahku untuk mengantarkanku sekolah.Dengan sigap aku segera menuju ke tempat makan dan makan dengan lahap setelah itu aku ambil tas kesayangan dengan langsung mencari ibu untuk berpamitan untuk berangkat sekolah, terlihat ayahku sedang mengelap motor kesayangannya.

Udah siap kasep?’’ sahutan ayahku.

Menandakan bahwa motornya siap untuk mengantarkan aku. Tanpa basa basi aku menghampiri ayahku. Dalam perjalanan kuperhatikan jalan yang tadi malam dilewati dua orang tersebut, kulihat memang ada bekas roda roda sampai menuju kearah rumah yang kosong itu, kuperhatikan lekat lekat itu Rumah terasa sepi tidak ada pegerakan apapun yang aneh hanya saja pandangan ini tertuju pada satu lembar kertas yang tergeletak di atas kursi yang sudah agak kotor dan tua. Sesampainya aku disekolah kelas sudah penuh sudah banyak sekali yang hadir dengan suara yang gaduh banyak sekali perbincangan yang terjadi. Hari itu aku hanya menjadi manusia yang sangat pendiam.

“ Hay izar kamu kenapa si dari tadi kelihatannya kurang mood ya?” tanya Zam sambil menepuk bahuku yang membuatku menoleh padanya.

“Iya ini lagi kurang on maaf ya….”suara parauku membalasnya.

Kejadian yang lebih parahnya ketika waktu istirahat pertama aku ketiduran di masjid sampai sampai dibangunkan sama Office Boy mengingatkan kalau waktu istirahat sudah berlalu 10 menit. Dengan muka kagetku kusegera ambil air buat cuci muka dan langsung melesat kekelas dengan perasaan agak takut aku ketuk pintu kelas terlihat sudah ada Pak Ibrahim sudah mulai mengajar, semua mata tertuju padaku.

“Pak Ibrahim bolehkan saya mengikuti pelajaran Bapak maaf saya terlambat tadi ketiduran di masjid Pak” wajah memelasku padanya.

“Iya silahkan, lain kali jangan terlambat ya?”

“Iya terimkasih bapak” jawabku

Bel pun berdering kembali, alhamdulillah dalam hati aku berhasil tidak tertidur kulangkahkan kaki cepat cepat melaksankana sholat dzuhur dan langsung menuju kekelas, tak

berselang berapa waktu Bu Hikmah masuk dengan membawa sebuah Buku yang sangat tebal sekali entahlah itu buku apa. Beliau langsung membuka pelajarannya dengan gaya uniknya dengan prolog cerita cendekia muslim yang berhasil melakukan penelitian yaitu ibnu Syhina. Dan tiba tiba bu hikmah memanggil teman sebelahku menyuruhnya untuk maju untuk memperkenalkan buku tebal yang dibawanya. Dengan lantang zam dengan gayanya layaknya staff markeeting produk memperkenalkan apa yang dibawanya.

Sorak Ramai anak anak kelas memberikan applause pada zam. Dengan wajah yang tersipu malu zam kembali ketempat duduknya semula. Hal ini sedikit menghilangkan rasa kantukku,rasa takutku tentang kejadian yang sudah berlalu tadi pagi. Alhamdulillah pelajaran hari ini telah usain ku urungkan niatku ke perpustakaan daerah yang tidak jauh jaraknya dari sekolahku agar pulang kerumah tidak terlalu sore.

Selama perjalanan pulang sengaja tidak menghubungi ayah untuk menjemputku sesampainya di jalan kampungku yang berjarak sekitar 1 KM dari rumahku, kunikmati perjalanan menuju rumah dengan menghirup udara segar dintara sawah yang terbentang dan kebun jagung yang sedang berbuah. Terlihatlah rumah yang tadi pagi aku amati kupelankan langkah, pelan pelan kuamati area sekitar tidak ada gelagat yang mencurigakan tapi ada sesuatu agak aneh kertas yang tadinya dikursi sudah tidak ada tapi berpindah kesisi jalan yang kelihatannya sudah diinjak oleh kaki kucing.Dengan agak sedikit ragu aku lihat dari atas kertas tersebut bertulisakan “ Surat dari Tuhan Untukmu yang Beruntung ” karena takut terlalu lama berada didaerah itu maka aku putuskan untuk mengeluarkan handpone yang berada didalam tasku cepat cepat kubuka kuci pola handponeku kupencet aplikasi kamera dan segera aku foto kertas tersebut dengan cepat aku langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Alhamdulillah sudah sampai disambut oleh ibuku, kucium tangan lembutnya Terdengarlah suara adzan ashar membuatku untuk bergegas mengambil air wudhu lalu menunju kemasjid terdekat melakukan rutinitas untuk mengajar anak SD untuk mengaji Al-Quran. Sepulang dari masjid sengaja aku daratkan kaki ini kesebuah warung untuk membeli sedikit cemilan untuk persiapan belajar malam hari ini , kulihat ada seorang laki laki berperawakan tinggi sedang menikmati kopi yang diseduh diwarung tersebut.

Langkah kaki ini tehenti didepan rumah kulihat dari jendela yang masih terbuka ada seorang laki laki jalan melewati rumahku,ku abaikan orang lewat tersebut sigap ku tutup jendela dan masuk kedalam rumah seraya mengucapkan salam. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 segera kulangkahkan kaki untuk mandi, makan sore dengan menu spesial buatan ibu sampai adzan magrib berkumandang,setelah itu aku bergegas kemasjid sampai sholat isya berakhir.

Sesampainya dirumah segeraku keluarkan buku pelajaran yang tadi, mereview sebentar pelajaran tadi, membuka cemilan yang tadi yang tadi dibeli diwarung, tiba tiba handpone berbunyi karena ada pesan whatts up yang masuk dari zam menanyakan tentang tugas mata pelajaran esok, aku mencoba membuka file foto terkait tugas tersebut digaleri tanpa perlu waktu lama aku melihat kertas yang tadi difoto dan terbaca. Dengan seksama aku baca satu persatu paragraf yang tanpa sadar cemilan yang berada ditanganku jatuh menyenggol gelas hingga terjatuh kelantai menimbulkan suara “Crang…..’’ seketika itu keringat di kepalaku terasa mengucur,hawa dingin meyelimutiku dalam ketegangan ini, kepala ini terasa sangat berat, datanglah kedua orang tuaku melihat keadaan ini langsung mengarahkanku ke tempat tidur dan meyelimutiku.

Ibuku mengambil thermometer bersegera mengukur suhu tubuhku tercatat suhu tubuhku ketika itu 39℃ seketika itu ibuku langsung membawa air hangat untuk mengkompres badanku, mata ini terpejam tapi fikiran ini masih berkeliling. Malam ini menjadi malam yang sangat panjang susah sekali untuk terlelap, kusadari ibuku sudah meninggalkanku dengan mengecup ubun ubunku seraya mendoakan ku agar segera diberikan kepulihan esok hari.Setelah berasa agak mendingan aku fikirkan kembali apa yang dimaksud dengan surat tersebut, ketikaku fikirkan itu kembali kepalaku terasa sangat berat seperti ada beban berat yang ditimpukkan,kuserakkan diriku pada Alloh agar aku dapat beristirahat, alhamdulillah tidak lama kemudian aku terlelap dalam keheningan malam.

Pukul 04.00 ibuku kembali memeriksa badanku ternyata suhu masih memunjukkan 38℃ pagi itu setelah sholat subuh kira kira pukul 05.30 kedua orang tuaku memutuskan untuk membawa ku kedokter terdekat mengejar agar dokter ini belum berangkat dinas ke Rumah sakit dimana beliau bertugas.Dalam perjalanan aku merasakan kesejukkan udara pagi walupun badan ini masih terasa sangat berat. Tiba dikediaman dokter tersebut aku langsung disambut oleh orang yang membantu di kediaman dokter tersebut langsung dibawa keruang periksa, setelah pemeriksaan selesai segera ibuku menebus obat yang sudah dituliskan oleh dokter tersebut. Selintas aku melihat sesosok yang sangat mirip dengan orang yang berada di warung dan yang melewati rumahku pada sore hari kemaren sedang melayani ibuku dalam menebus obat beserta biaya dokter,tapi aku tidak terlalu memperdulikan mungkin itu hanya kebetulan atau mungkin itu adalah orang lain yang mirip.

Hari ini orang tuaku memutuskan untuk tidak bekerja dan aku tidak dizinkan untuk berangkat sekolah, seharian ini mereka merawatku dengan sangat baik sehingga diriku merasa sangat nyaman, berangsur angsur keadaanku mulai membaik dari segi suhu badan mulai mendekati normal, kedua orang tuaku sangat bahagia melihat perkembangan yang baik pada kondisi kesehatanku. Kedua orang tuaku mengizinkan aku untuk melaksanakan sholat isya berjamah dengan selalu diawasi ayahku.

Setelah sholat isha usai aku segera kembali kerumah dengan wajah yang sudah segar dan waktunya untuk makan obat malam, ibu ku pelan pelan membuka pintu kamar mengantarkanku buah yang diparsel mengatakan tadi ada yang memberi buat entah siapa dan ibu tidak melihat orangnya karena diletakkan didepan pintu sekitar saat kamu menjalankan sholat isya dimesjid pas sekali ibu mau cek selang air. Tanpa berpikir panjang langsung aku terima buat dari ibu dan aku buka didalamnya terdapat secarik kertas yang bertuliskan “ Tuhan telah Memanggilmu segeralah, aku dan semuanya Menunggumu “ . Dalam hati ini bertanya tanya kenapa kelihatannya ini bukan hal yang biasa tapi ada kaitanya dengan kejadian sebelumnya,sebenernya ini siapa dan maunya apa kenapa harus aku yang jadi sasaran utamanya, ini sangat serius buatku dan warga sekitar dalam benakku.

Dalam gelapnya malam aku mencoba untuk siap siaga, siapa tau orang bermaksud akan mengunjungi pada malam ini, dengan penuh kecamuk rasa takut karena dia sudah terkena teror menjadi tempat sasaran orang yang tidak jelas akhirnya semalaman dia tetap terjaga dengan memikirkan strategi pemecahan masalah tersebut dan meminta ke Alloh semoga diberikan jalan kemudahan. Denting jam berlalu detik demi detik terlewati kali ini memang sangat jelas bawa ada orang yang datang menyelipkkan kertas dicelah celah jendela kamarnya pada saat itu dengan kakunya tubuh ini mencoba untuk sangat menjaga pergerakan agar diam agar tidak terlihat masih dalam keadaan terjaga, setelah menyelapkan kertas bayang bayang itu pergi meninggalkan jendela kamarku dan entah pergi kemana. Dalam keheningan ini aku sangat berfikir kenapa orang itu sampai tahu tempat tidurnya itu merupakan sesuatu yang sangat aneh.

Pagi dini hari aku mencoba mengambil secarik kertas yang ditempelkan itu dan langsung memasukkan kedalam tas membawanya ke sekolah tanpa dibaca terlebih dahulu. Perjalanan menuju sekolah sangat sekali menengangkan dalam hati ini selalu meminta perlindungan dari Alloh SWT.Mataku kupertajam dikhawatirkan ada pergerakan yang mencurigakan. Hari ini aku putuskan untuk meminta bantuan ayah untuk mengantarkan aku sampai sekolah, diperjalanan melewati rumah yang dulu itu aku melihat ada sedikit kehidupan disana ada beberapa kucing yang sedang makan beberapa bekas tulang, seketika itu aku menoleh diseberang ada laki laki dengan gerobagnya sedang berada dikebun dengan beberapa orang entah sedang melakukan apa.

Seketika itu aku bertanya pada ayahku tentang sebenarnya itu rumah siapa, siapa orang yang sedang berada disana,akhirnya ayahku memberitahu kalau rumah itu kosong sudah sangat lama sebelum kita pindahan kedaerah ini, dulunya punya orang asing katanya dan orang yang berada di seberang sana kurang tahu mungkin itu pekerja kebun itu. Tidak terasa aku sudah sampai depan sekolah segera kukecup tangan ayahku.

Sesampainya dikelas aku disambut kawan kawan karena hari ini aku masuk sekolah kembali, bel pertama masuk sudah berbunyi tapi belum kunjung guru yang datang akhirnya aku memutuskan untuk mengobrol sedikit dengan Zam. Tanpa prolog aku langsung tarik tangan zam untuk mendekati dibangku ku dan memperlihatkan kepadanya kertas kertas yang selam ini membuatku resah. Dengan wajah pucat pasi zam membisikkan sesuatu ditelingaku.

“Zar kita harus selesaikan masalah ini, mereka sengaja membidikmu karena kamu seoarang yang berpendidikan dan berpotensi untuk masyarakat. Aku akan bantu kamu,kita selesaikan secepatnya” bisiknya dengan perlahan. Aku anggukan kepalaku pada zam pertanda setuju.Sepulang sekolah aku dan zam langsung berboncengan menuju ketempat yang sudah tertuliskan di kertas yang terakhir ” Kami tunggu secepatnya sepulang sekolah di Rumah Tuhan”.

Sesampainya agak dekat ditempat yang dimaksud kuinstruksikan ke zam agar motoronya dimatikan dan disimpan disekitar kebun jagung yang berada disamping rumah itu. Kulangkahkan kaki ini dengan penuh percaya diri seraya didalm hati berdzikir kepda Alloh, disusul zam dengan gaya mata matanya mengamati keamanan didaerah sekitar. Dia bekali diriku dengan balpoin yang ketika disentuh akan bisa merekam suara dan jam tangan yang bisa memfoto diarea sekitar. Zam sengaja tidak masuk kerumah itu dia sengaja menjadi pihak penyelamat.

Kubuka pintu rumah yang sudah usang itu dengan hati hati kusiagakan semua peralatan yang kumiliki, terlihat beberapa orang yang ada didalam sedang melakukan beberapa ritual yaitu menyembah seseorang wanita yang sudah agak tua renta yang memakain jubah berwarna putih dengan hewan anjing dipangkuannya. Mereka tersadar bawa aku sudah memasuki ruangan itu seketika itu wanita yang tua renta itu berdiri mendekatiku tepat didepan badanku membisikkan’’ Selamat datang dirumah Tuhan, aku akan menyucikanmu dan mengangkatmu menjadi seorang pendakwah agama langit, kau akan mendapat surga didunia”.

Seketika itu dalam hati ini sangat bergejolak kumudurkan langkah kaki ini dan kupandang semua wajah yang berada diruang itu terlihat agak terbengong bengong yang kira kira berjumlah 10 orang termasuk laki laki yang kulihat sebelum sebelumnya ternyata dia adalah anak wanita tua itu. Semua orang orang disitu terlihat seperti orang yang terkena hipnotis terdoktrinasi. Dengan penuh keyakinan yang kuat kubuka mulutku, ku ucapkan “Aku seorang Muslim yang mengimani bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Alloh dan Rasulku Nabi Muhammad SAW,aku tiadak akan pernah untuk meyakini kalian yang berada disini menjual akidahku dengan janji dunia “. Laki laki yang kulihat itu mendekat padaku seraya mencoba untuk menghipnotis agar aku bisa dikuasi alam bawah sadarnya, lantas aku segera mengeluarkan kitab suci Al-Quran yang aku bawa dengan lantang ku lantunkan ayat kursi , An-Nas, Al-Falak, Al Ikhlas ini adalah agamaku yaitu Islam. Seketika itu laki laki itu mundur beberapa langkah kebelakang terlihat dia pucat pasi. Semua orang yang berada disitu agak sedikit tersadar dari hipnotis mereka semua berdiri menatapku.

Ceklek terdengar suara pintu terbuka masuklah beberapa orang kedalam ruangan itu terlihat ayahku, zam, pak ustad , pak lurah semuanya menuju kearahku, mengamankanku. Pak lurah langsung mengambil alih dibantu pak ustad untuk sedikit menasehati orang yang berada disitu. Semua diamankan dibawa menuju POLSEK terdekat. Kuserahkan semua bukti yang sudah aku rekam kepada petugas. Setelah proses penyelidikan terkuaklah bahwa orang tua itu beserta anaknya adalah misionaris yang sengaja mentargetkan daerahku untuk dimurtadkan karena mereka melihat orang orang disana masih sangat primitif yang mempunyai perekonomian yang sulit mereka melakukan penyebaran dengan doktrin hidup bahagia dunia dengan hipnotis dan surat teror yang mengandung hipnotis.

Nama Lengkap : Hanik Masfufatul Hikmah_fb: Haniy Hanik Bhontotteot_ email: dalizarin@gmail.com _ alamat : jalan abadi 4 nomer 9 pondok muslimah kelurahan isola kec Sukasari, Bandung_ no hp:085291490595

Tips menjadi Muslim yang baik:

  1. Selalu merasa (Bersama, Dilihat, Disaksikan) oleh Alloh
  2. Berjuang untuk membela agama islam jika agama islam dinistakan
  3. Semangat menebar kebaikan sekecil apapun dan memperbaiki diri
  4. Semangat untuk menjadi manusia yang mempunyai akhlakul karimah

# PART II, ADVENTURE LOVE STORY to HALAL

Hari ini aku telah menjadi sesosok istri dari laki laki yang mencintaiku dalam diam penuh kesabaran menanti kehadiranku untuk mendampinginya dalam hidup. Malam ini pertama kalinya ada seseorang laki laki yang tinggal dikamar yang mungil ini. Rasa agak canggung kurasakan karena memang hanya baru kali ini ada laki laki kecuali ayahku yang masuk. Membuka rasa canggung ini tiba tiba dia membuka pembicaraan.

“aisaha sayang, abang boleh minta tolong temenin abang mengambil sesuatu yang tertinggal di suatu tempat” pinta kang Zul kepadaku yang sedang merapihkan kado pernikahan. Dengan rasa patuh menjadi seorang istri kuanggukan kepalaku dengan senyuman kepadanya menandakan bahwa aku siap untuk berangakat. Kupersiapkan air panas dalam termos mungil dan beberapa snack menuju perjalanan kesuatu tempat tersebut.

Mobil Volio sudah terparkir siap untuk membawa kami ketempat tujuan. Mesin mobil sudah menyala dengan lembutnya, pertama kali aku memakai mobil baru ini yaitu mobil abang Zul. Pintu mobil sudah terbuka sempurna menandakan aku untuk segera masuk kedalam Mobil.

Dalam perjalanan tiba tiba terdengar suara perut yang begitu nyaring sehingga terdengar ditelingaku. Entah bagaimana tanganku langsung reflek mengambil sandwich yang sengaja sudah kupersiapkan sebelumnya. “ abang berhenti dulu sebentar ya” pintaku kepaadanya.

“ iya sayang “ jawabnya singkat. Perlahan mobil menepi ditempat yang agak ramai. “ Bang ngehadap sini bentar “ teg hati ini kenapa begitu berdebar sekali pertama kali bertatapan dengan laki laki yang sah yang menjadi suamiku sekarang sampai jadi gagal fokus. Tiba tiba tanganku yang sedang memegang sandwich ditarik dengan tangan hangatnya mendekat kebibirnya seketika itu sandwich dilahapnya dengan cepat disitulah kutersadar pertama kalinya aku menyuapi abang.

“ abang lapar sangat ya.. maafin aisha ya”
“ aisha pasti beum makan juga kan ya” timpalnya
Sisa gigitan dia ambil dan dimasukkannya kedalam mulutku dengan lembutnya. Tiba tiba mobil sudah mulai jalan kembali menembus kegelapan malam. Malam ini menjadi malam pertama kami bersama dalam berkendara. Mobil pun terhenti pada sebuah tempat makan seafood yang berjejer disepanjang jalan. Disana dia memesan cumi cumi dan ikan bakar. Pesanan pun sangat cepat tersaji dia menyuruhku untuk segera melahap makanan itu agar perjalanan tidak terlalu malam dengan sedikit ragu ragu kucoba untuk mengunyah makanan itu dengan menanhan agar alergiku tidak kambuh. Setelah ½ potong ikan aku lahap tiba tiba kepalaku menjadi sangat pusing dan bersa berkunang kunang.

“Aisha ..sayang ..bukalah matamu…….” terdengar suaranya yang parau sambil membelai wajah dan kepalaku tak hentinya dia mendekapku dengan hangat tak terasa aku sudah berada dikamar penginapan. Mataku perlahan terbuka pelan pelan kulihat wajahnya penuh dengan kekhawatiran kugenggam tangannya menyadarkannya bahwa aku sudah tersadar. Sayang maafkan abang ya, abang tidak tahu kalau aisha punya alergi dengan makanan yang berbau amis. Sekarang aisha minum ini dulu ya sayang untuk menetralkan racun yang ada. Apa yang bisa abang bantu sayang buat meredakan rasa pusingnya? Tanyanya padaku penuh dengan rasa khawatir.

“Aisha hanya butuh istirahat dan minum obat bang di dalam tas” jawabku lirih. Dengan kilat dia mengambil obatnya dan membantuku untuk meminum obat tersebut, tak terasa begitu lama aku sudah berada dalam alam mimpi dikarenakan obat tersebut mempunyai efek ngantuk.

Keesokan harinya kepalaku sudah terasa hilang pusingnya, kulihat dia masih berada disisiku tertidur, rupanya semalaman dia bergadang menjagaku sampai sampai dia ketiduran kembali setelah sholat subuh. Kuperhatikan lekat lekat wajahnya kecapean sangat kuselimutinya. Kusegera beranjak dari tempat tidur menuju kekamar mandi untuk membasuh muka dan bersih bersih diri. Ku telpon pelayan penginapan untuk mengantarkan sarapan pagi. Tidak berapa lama sekitar 10 menit , pelayanan penginapan mengetuk kamar kami dan memberikan pesanan kami.

Kulihat dia sudah beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Setelah bebera menit dia keluar menyapaku dengan bahagia. “ Aisha sayang udah enakan” tanyanya padaku. “alhamdulillah bang sudah enakan dan siap untuk beraktifitas kembali, ohya bang kita jadi ketempat itu jam berapa?” Tanyaku padanya dengan penuh semangat.
InsyaAlloh setelah kita makan ya sayang, perut abang sudah lapar sangat ’’ pintanya padaku dengan penuh manja. Makanan yang sudah kami pesan kami nikmati berdua dengan penuh nikmatnya karena sama sama lapar. Setelah makan beres kami besiap berangkat kesuatu tempat tersebut.

Tak lupa kami menyiapkan snak yang siap menemani kami selama perjalanan. Selama perjalanan kami nikmati dengan obrolan mulai dari kebiasaan kami waktu kecil sampai kisah perjalanan pada saat mulai SMA dan melanjutkan kejenjang perkuliahan. Pada kesempatan ini aku mulai mengenal dia yang sesungguhnya sunggguh aku merasakan pertama kali merasakan yang namanya JATUH CINTA pada seseorang laki laki.

“Sayang kita berhenti dulu sebentar didepan ya’’ pintanya padaku. Mau buah apa bang? Tanyaaku padanya. ‘’ apa aja yang manis kayak kamu” rayuannya pertama kepadaku. “ abang mah ini serius nanti aisha pilihin yang sesukanya aisha loch” terorku padanya. “ abang ngikutin aisha saja, biar apa yang pilih aisha abang yang makan” gombalannya yang semakin lancar saja.

Akhirnya aku membeli buah Apel kesukaanku, jeruk dan buah Naga. Tak hanya itu ternyata abang Zul membeli jagung manis, belanja masakan buat bikin liwet, hoooooo aku akan masak pertama kali untuknya tapi dimana gitu aku akan memasaknya. Dengan penuh tanda tanya sebenernya aku mau dibawa kemana sebenarnya. Perjalan menuju tempat tersebut sekitar 4 jam, ya kurasa itu sangat lama yang membuatku sempat mengantuk dalam perjalanan tapi entah mengapa dia tidak membangunkanku ketika aku tertidur puas pada saat perjalanan.

Tak terasa perjalanan yang kami lewati sudah berakhir di sebuah rumah yang dekat dengan pantai. “ Aisha sayang hayuk kita turun “ serunya padaku. Pada saat masuk kegerbang seseorang laki laki datang menghampiri kami dan menyapa kami. “ DEN Zul selamat datang, gimana perjalanannya agak melelahkan ya. Ohya saya dan mbok Iyem sudah menyiapkan makan siang, kalau butuh apa apa nanti telpon saja yang den saya dan istri pamit dulu ” Kata mang Udjo.

“ Terimakasih banyak mang, nanti kalau apa apa pasti kami telpon” timpal bang Zul. “Aisha selamat datang di Rumah singgah kita selama 2 minggu ini, tak apa apa kan? Abang ingin me time dengan aisha dan mengenal aisha lebih jauh dirumah ini yang dulu ketika kesini rumah ini belum selesai dalam pengerjaannya dan tekad abang dulu ketika rumah ini sudah jadi abang akan bawa bidadari abang kesini, pada akhirnya bidadari itu benar benar ada yaitu aisha” cerita abang padaku.

“ bang tadi ibu dan bapak itu siapa? Tanyaku padanya penuh dengan rasa penasaran. “ itu yang suka bantu dan ngejagain rumah ini kalau abang ga ada sayang, abang rutin kesini setiap minggu ke 3&4 abang ngontrol tambak lobster yang abang pelihara disini sayang, semoga aisha betah ya nanti kita akan selalu jalan jalan ya sayang semoga aisha dan abang selalu sehat sama calon dede utun abang yang kelak akan tumbuh dirahim aisha hehe.” Lanjutnya penuh dengan puitis.
BERSAMBUNG

#1 ADVENTURE LOVE STORY to HALAL

Perkenalkan aku Ghumaisa nama lengkapku Nezuarda Ghumaisa firmansyah sang petualang yang sedang menjelajahi Kehidupan. Aku dilahirkan oleh seorang perempuan berdarah jawa dan ayahku seorang laki laki kuat berdarah sunda. Aku anak tunggal, usiaku sudah menginjak kepala 2 lebih tepatnya genap 20 tahun sedang kuliah semester 6 dijurusan kimia disebuah Universitas diBandung.

Tumbuh dikeluarga sibuk dengan dunianya masing masing, ayah berprofesi sebagai dosen bahasa asing di sebuah universitas dikotaku, bundaku sibuk dengan butik gamis syar’inya, aku sendiri sibuk menjadi mahsisawa, tapi kesibukan masing masing tidak menghalangi kami untuk saling dekat.

Karena kami akan selalu bersama ketika makan malam, makan pagi, menghabiskan hari minggu bersama dan komunikasi kami melalui group chat whats up kami yang membantu kami untuk mengetahui perkembangan apa yang kami lakukan setiap waktu.

Dipenghujung semester ini merupakan semester berat dengan libur yang agak lama yaitu 3 bulan , dimana waktu ini dimanfaatkan sebagaian mahasiswa untuk melakukan magang sesuai jurusan masing masing. Karena memang tidak mengikuti darah ayah yang gemar dengan bahasa atau ibu yang gemar dengan teori ekonominya jadi untuk menghadapi semester akhir ini aku banyak menimba ilmu ke kaka tingkat.

Ya tak mengapa rasanya memang jadi nano nano ketika ada perbincangan pada saat makan malam agak terlihat kadang nyambung dan ga nyambungnya.

Makan malam hari ini agak berbeda karena jarang sekali ayah mengajak kami untuk makan malam diluar, entah apa yang ada dibenak ayah diriku hanya mengikutinya dan agaknya bunda juga agak kaget,ayah mau makan malam diluar. Aku tak tahu ayah akan membawa kami kemana yang jelas kita mengarah ke daerah bandung barat kesananya aku agak tidak mengerti kearah mana.

Berhentilah kami disebuah tempat makan yang banyak pohon pohon dan lampu lampu yang sedikit seperti tempat makan dengan suasana outdoor ”Golden food” . Kulangkahkan kaki ini dengan rasa penasaran memasuki tempat makan tersebut. Sampainya meja yang letaknya agak diujung dihiasi dengan lampu lampion indah.

Sesampainya diasana ayahku disambut oleh beberapa orang laki laki dan perempuan yang sebaya dengan orang tuaku. Aku baru menyadari makan malam kali ini adalah makan malam antar keluarga rekan ayah. Dalam hati alhamdulillah banget ga terlalu salah kostum, karena malam ini aku sengaja memakai gamis warna hitam dengan outer bunga bunga dengan kerudung pasmina ya cukup semi resmi.

Ini kejutan yang agak aneh dalam hati kenapa ayah mengajaku kesini padahal dikelurga yang lain tidak terlihat ada yang membawa anak. Hohooo aku sendiri, rada jadi canggung si karena obrolan mereka yang ga aku pahami. Akhirnya kuputuskan untuk melihat tempat lain setelah mendengar sedikit pemaparan dan menikmati hidangan yang dipesan.

Aku meminta ijin keayah untuk membeli menu yang agak lain yaitu sweet eskream. Kuayunkan kaki ini ke food court eskrim tersebut lalu ku pesan greentea eskream with nata de coco . Kunikmati eskream tersebut diarea food cort itu ditemani dengan handpone kesayangan yang dari tadi agak dicuekin dengan berjubel wahats up yang masuk.

Menikmati eskream ini rasanya Emm cucok sekali dimulut sampai tetes terakhir, karena agak ketagihan akhirnya aku memesan kembali eskream yang sama ke foud cort itu. Hati terasa tentram dengan suasana sekarang, rame. Kulihat beberapa orang yang sedang menikmati eskream sambil ngobrol selain itu ada orang sibuk dengan laptopnya semua itu tidak mengganghuku dalam menikmati ekream ini.

Tiba Tiba Handpone ku berdering disaat aku sedang menikmati eskrim itu. Akhirnya kuputusakan untuk mengangkat telpon itu karena ternyata yang menelponku adalah ayahku, mengabarkan kalau acara udah beres dan mau ditutup. Kugegaskan dengan membawa eskream yang belum habis itu kesana.

Sampai disana kulihat ada penambahan personil yang hadir ternyata ada seorang laki laki yang mungkin usianya diatas aku 3 tahun membawa laptop dan eskream yang sama dengan aku. Hohoooo kok bisa sama ya, jangan jangan tadi aku sama dia satu loksai. Sudahlah aku tak terlalu memperdulikannya. Acara makan malam ini selesai ditutup oleh ayahku.

Kulihat jam sekarang sudah menunjukkan pukul 21.30 mataku sudah sangat ngantuk. Tapi kuusahakan mataku terbuka karena aku ga mungkin biarkan ayah buat nyetir karena sudah lebih gelap khawatir penglihatan ayah kurang jelas. Aku ambil kunci mobil yang ada diayah, setelah itu menuju kemobil langsung menyaalakannya.

Ku menunggu ayahku yang belum kunjung keparkiran dengan menikmati cemilan yang ada dimobil. Sekitar 10 menit kemudian ayah dan ibuku muncul dengan seorang Laki-Laki yang tadi bawa eskream yang sama dengan ku. Mereka mengobrol agak lama tapi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan.

Tiba tiba ayahku menghampiriku ke mobil “ ndok keluar bentar ada yang mau ayah sampaikan”.

Ayah menggandeng tanganku menuju ke laki laki yang sedang ngobrol dengan ibu. Perkenalkan ndok ini anak temen ayah dikampus namanya “Zulfikar”. Dengan santun dia menyapaku ” salam kenal Ghumaisha ” . Kujawab dengan senyum simpul “ salam kenal juga”. Perkenalanpun berakhir.

Aku melangkah menuju mobil bersama kedua orang tuaku dan Dia yang kebetulan mobilnya bersampingan dengan mobil ayah. Kunyalakan lagi mesin mobil itu, kubuka sedikit jendelanya, kuinjak pedal gas meninggalkan parkiran itu dengan penutup suara ayah “ Duluan ya Zul Asslalamualaikum wr.wb “ Wa’alaikumsalam wr.wb hati hati dijalan OM dengan lambaian tanganya.

Disepanjang perjalanan ayah berbincang dengan bunda terkait perjalan esok sore buat ke Lombok. Akhirnya sampai juga dirumah sekitar pukul 23.00 huap mataku sudah sangat ngantuk setelah beres memparkirkan mobil kegarasi,ayah mendekatiku “ ndok besok ayah minta tolong buat anter kebandara yapinta ayahku. Kuanggukan kepalaku pertanda kalau aku menyanggupinya. Kurebahkan tubuh ini di tempat tidur dengan memejmakan maya seraya berdao bismikaAllohumma ahya wabismika amut.

Keesokan hari dirumah terasa sangat sibuk, bunda riweh menyiapkan makan pagi dan packing perlengkapan ayah untuk keLombok, ayah sibuk mencari sesuatu yang penting untuk dibawa ke Lombok. Karena kulihat bunda sangat sibuk kuhampirinya kuambil alih untuk menyiapkan sarapan pagi kali ini.

Kuiris bawang merah daun bawang, beserta sayuran yang ada ceritanya pagi ini masak IFUMIE. Tepat pukul 06.00 perang dapur sudah selelsai dan semuanya sudah berkumpul dimeja makan yang mungil ini, ya beginilah keaadaanya karena personel kita hanya bertiga.

“ Wow AMAZING ini masak pa ndok asa ayah baru pernah lihat, mie yang digoreng ditambah sayur mix plus telor? Ini namanya IFUMIE ayah. “Hemm bunda belum pernah masak ini kan ya bunda lirik Ayah ke bunda. Iya yah anak sekarang banyak kreasinya ya yah. “Coba ayah rasakan gimana rasanya Yah pinta bunda.

“EMMM Rasa Sayur bunda”. 90 buat kamu ndok, udah enak kok dilidah ayah, ya sudah cukup buat bekal menikah kayaknya ya bunda, puji ayahku yang membuatku agak krik krik nyinggung persoalan Nikah.

Hari ini berlalu dengan cepat, perasaan habiz makan beres-beres terus nganter bunda ke butik plus nganter ayah sekalian kekampus terasa begitu cepat ya. Targetku hari ini adalah kekantor jurusan buat minta surat pengajuan PLA ku semoga semuanya sesuai dengan rencana. Suasana sepi kampus yang sedang ditinggalkan banyak mahasiswanya karena sedang libur panjang kecuali mahasiswa yang sedang kuliah semester padat atau mahasisawa yang sedang menyelesaikan penelitian atau skripsinya.

Kutunggu sekian menit menuju menit menit berikutnya, ku cek presensi kehadiran dosen secara teliti berulang ulang ternyata tidak tegores guratan pena dibagian Kepala Jurusan. Apa yang kuharapakan tidak kunjung tiba perasaan ingin bertanya kepada petugas mulai muncul terkait kehadiran dosen kepala jurusan hari ini. Dengan pelan pelan kuberikan bertanya ke petugas TU Jurusan yang alhamdulillah akhirnya aku mendapat informasi terkait Bapak tersebut.

OIoo ternyata ketua jurusan sedang diluar kota jadi akhirnya rencanaku untuk mendapatkan surat pengantar agak mundur sedikit. Ya tak apalah memang ini takdir yang baik. Karena bingung mau ngapain lagi akhirnya tercetus untuk menemui kaka tingkatku yang sedang ada di lab buat interview untuk persiapan penelitian disemester depan.

Kupencet lift menuju lantai 5 yang kebetualn kosong jadi tidak ada gangguan hehe. Setelah sampai kuamati lab lab yang ada tenyata agak sepi ini ya, kulihat di lab yang biasa teteh Noura pakai tertulis “CLEANING DAY”. Ya ternyata labnya habis dibersihkan dan mahasiswa boleh memakainya esok hari , ya ya hari ini banyak yang belum berhasil tapi tak apa ini takdir yang terbaik dalam hati.

Akhirnya ku gerakkan kaki ini menuju lif untuk turun dan pulang. Lantai lima aman sepi, dilantai 4 pintu lift terbuka, ada seseorang laki laki masuk, awalnya aku biasa aja melihat orang itu masuk dengan memberikan senyum padaku sambil salam. Twing’’ akhirnya aku inget siapa orang itu oh.. pelupa banget ini otaku ya.

Aisha habis dari mana? Menyadarkanku dari rasa aneh dalam diri sendiri. Habiz dari lab Lingkungan, kang Zul bukan ya? Tanyaku. Iya jawabnya. Kang zul kuliah disini? Penasaranku. Engga hanya habis ke lab Kom ada perlu. OHH kirain kuliah disini. Berakhir dengan terbukanya pintu lift itu.

“Duluan ya aisha sapanya. Kuanggukan kepala membalas pamitannya. Segera ku hampiri vojez tersayang kupacu mengarah ke kampus ayahku untuk menjemputnya karena sekarang sudah agak mendekat dengan waktu ayah buat siap siap berangkat kebandara. Diperjalanan kuperhatikan detik jam yang berputar semakin memacuku untuk segera sampai ditempat kerja ayah.

Ternyata pada saat sampai disana Ayah sudah menungguku di kantin kampus. Langsung ayah menyapaku dan membawakanku makanan kesukaanku “ pisang keju’’ yummy. Karena melihatku sangat kelaparan akhirnya ayah memutuskan untuk menyetir mobil. Dalam perjalanan kunikmati pisang keju itu dengan lahapnya. Sampai aku kurang fokus ketika Ayah menyampaikan sesuatu.

“Ndok Bulan depan kamu nikah ya? Ayah pengen nikahkan kamu sergah ayahku. Dengan wajah kagetku, “ ayah becanda aja deh, aisha kan belum punya calon nanti mau nikah sama siapa ayah, apalagi bulan depan cepat banget itu yah.

“Kalau misalnya ayah yang akan cari jodohnya gimana boleh ga? Lanjut ayahku. Wah ini nampaknya pembicaraan yang agak serius. Hemmm ayah yakin? Aisha kan belum lulus kuliah , tapi kalau ayah yang mau aisha ngikut ayah aja dengan suara lemahku.

“Baik sekarang kita ke toko buku ya, ayah mau ngasih beberapa buku yang harus kamu baca. Serius ini yah? Bismillah,Tepok jidat. Sampailah aku ditoko buku yang agak besar yang memang spesialis buku keagamaan, ku ikuti kamana arah ayah melangkah sampailah ditempat buku khusus PERNIKAHAN hohoooo malah jadi deg degan gini.

Ayah memilihkan beberapa buku yang sangat tebal (Membumikan Harapan Rumah Tangga Islam Idaman, Psikologi Suami Istri, Mahkota Pengantin, Pendidikan Anak dalam Islam ) huayo banyak sekali ini dan tebal banget ini dalam hati. “Jangan lupa mulai dicicil ya bacanya dengan gaya wibawa ayah sambil membayar buku tersebut dikasir.

Melihat waktu yang tinggal 1 jam lagi ayah langsung menelpon bunda untuk mempersiapakan barang yang ayah akan bawa untuk keberangkatan keLombok. Berlaga layaknya disikuit kami lakukan disepanjang perjalanan pulang. Alhamdulillah sekali Bunda ternyata sudah pulang duluan dianter mang amin sampai rumah. Ta ra… semuanya dirumah sudah siap.

Bunda sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, bergegas ayah untuk mandi dan sholat. Aku pun sama seperti mereka menyibukan diri mandi, sholat dan siap siap buat nganter ayah pastinya.

Waktu tinggal 20 menit lagi, semuanya sudah berkumpul diruang tamu menunggu diriku yang lama dandanya terutama ayahku sudah geleng geleng kepala melihatk kalakuanku itu. “Oke semuanya sudah siap ayah pamit dulu ya bunda sayang, pamit ayah.

“Ayah jangan lupa jaga kesehatan, khabar khabari ya Yah kalau sudah sampai, maafin bunda ga bisa nganter sambil mengecup tangan ayah. Ya sore ini hanya aku yang mengantar ayah ke Bandara karena bunda ada tamu tukang paket mau kerumah buat ambil paket yang akan dikirimkan.

Perjalanan kebandara sore ini lumayan lama sekitar 30 menit. Diperjalanan ayah sibuk mewhatsup dan menelpon teman temannya mengingatkan agar tidak telat sampai bandara. Sesampainya diBandara terlihat semuanya sudah berkumpul dilobi kecuali 1 orang lagi belum terlihat.

Melihat keadaan yang terjadi Ayah sebagai ketua rombongan bertanggung jawab untuk memastikan anggotanya datang sebelum Take off. Akhirnya ayah menelpon temannya tersebut dengan buru buru. Setelah berselang 15 menit datanglah Pak Dandi dengan anaknya Zul.

“Pak Firmansyah maaf saya telat, tadi ada barang yang ketinggalan jadi tadi balik lagi kerumah” permintaan maaf pak dandi pada Ayah. “Alhamdulillah ga apa apa pak dandi, semuanya sudah lengkap ayo kita semuanya check in. Ayah pergi dulu ya ndok hati hati dirumah jangan lupa jaga bunda dan baca buku yang udah ayah beli oke. “Bismillah yah hati hati dijalan sambil kukecup tangan ayah.

Ya tinggal aku dan kang zul yang tersisa setelah itu. “Aisha… em…maaf mengganggu sebentar waktunya ya.” ”Iya kang ada pa?” Tadi mamah nitip sesuatu buat bunda aisha dikirain tadi akan ketemu, pas nganter kebandara tapi karena tidak ketemu dengan bunda aisha boleh tidak akang titip ini biar sekalian”.

“Iya mangga kang” jawabku. “Terimakasih ya Aisha”. Perbincangan itu mengakhiri keberadaanku di Bandara yang suasananya agak sedikit rame sehingga perjalan pulang agak lebih lama.

Sesampainya dirumah kuberikan barang yang dititipkan Kang Zul, bunda pun segera membukanya ternyata itu Gaun berwarana putih plus kerudung dan Baju laki laki ala pangeran gitu.

”Ndok boleh minta tolong, coba dipakai baju ini sebentar bunda mau lihat apa yang harus dipotong dan disempurnakan pesanan Mamah Zul”. “Oke siap bunda”jawabku dengan sigap. “Bund ini kayaknya baju buat nikah ya, emang siapa yang mau nikah dikeluarga tante Rosita? Celotehku.

Tanpa lama bundaku menjelaskan kalau yang akan menikah itu Kang Zul insyaAlloh katanya si bulan depan, bunda diminta tolong buat nyiapin gamis buat calonnya Zul dan baju Zulnya” jawab mamahku yang singkat dan padat. “Oh gitu bund konsep bajunya ceritanya gimana bunda? Tanyaku. “Konsepnya syar’i ndok yang itu tu yang ga terlalu ketat dan kerudungnya menutup dada ndok.

“Kalau boleh saran bund payet sama manik maniknya lebih dibanyakin dibagian dress bagian bawah sama pegelangan tangan bund, kerudungnya dihias sedikit dengan renda itu bund yang bunga bunga gitu plus ada mahkotanya.

Kelihatannya simple tapi anggun untuk yang laki lakinya kita kasih renda khas laki laki di sepanjang bagian kancing bu biar kompak dengan pengantin perempuan usulanku yang panjang lebar ini. “Oke siap ndok” tapi kamu bantuin bunda ya buat nyelesein pesenan ini karena nampaknya agak banyak yang harus bunda lakukan besok.

InsyaAlloh bunda mau belanja anter ya nak. “Siap bunda” mengakhiri perbincangan malam ini yang begitu sepi karena ayah lagi pergi. Coba aja ada tambahan personel keluarga pasti ga akan sepi kalau satu pergi nanti rumah tetap rame hemmm, bisikku dalam hati.

Kuambil buku buku yang ayah tadi beli dan kulihat sedikit demi sedkit daftar isinya satu persatu Kubaca lembar demi lembar kuamati kutandai dengan sticky notes jikalau nanti ayah udah pulang aku bisa menanyakan padanya jika ada yang belum paham.

Seminggu ini aku sangat sibuk, beres beres rumah, masak, baca buku yang ditugaskan ayah. Sampai sampai lupa kekampus karena saking sibuknya ada pesenan dibutik bunda yang harus segera diselesaikan. Bunda seminggu ini sibuk di butik buat ngelayanin pesanan costumernya. Jadi akulah yang dirumah, ya tak apa apa 2 hari lagi ayah akan pulang.

‘’ Tok tok, Assalamualaikum wr.wb”

Pintu rumah serasa ada yang mengetok dalam telingaku ini. Kuturuni tangga menuju ke ruang tamu dan kubuka ternyata yang datang adalah Kang Zul.

Wa’alaikumsalam wr.wb Maaf kang ada yang bisa aisha bantu? Tanyaku.

Oh iya bunda aisha ada tidak? Tanyanya

“Maaf kang bunda lagi ada dibutik. Ada yang bisa aisha bantu?

“Ohh bunda lagi dibutik ya . Maaf mau titip ini lagi buat bunda aisha nanti minta tolong disampaikan bunda untuk datang kerumah karena bunda Zul mau ada acara. “Ohya boleh minta alamat butik bunda aisha karena besok mau ada pesanan dari bunda yang mau dibeli.

“Oh mangga kang,tunggu sebentar ya, aisha ambil kartu nama bunda terlebih dahulu silahkan duduk dulu. Lupa dari tadi ga disuruh duduk. “ Terimaksih ”. Ini kang kartu namanya terimaksih. Ohya terimkasih banyak ya aisha akang pamit dulu. Asslamualaikum wr.wb

Sibuk amat ya orang yang mau nikah sampai dibelabelain ngontrol persiapan baju nikahnya, undangan dan lain lain hoho,, kang Zul,kang Zul sangat beruntung nampaknya yang akan jadi istrimu itu. Tin…suara klakson mobil berbunyi “ Assalamualaikum wr.wb Ndok bunda pulang”. Iya bunda sebentar.

Bunda tumben pulangnya lebih awal dari biasanya dengan bawaan yang agak rempong dikarenakan ada yang harus bunda selesaikan dirumah, kuberikan titipan beserta pesan dari kang Zul yang agak berat itu membuatnya tersenyum simpul.

Tiba tiba bunda mengingatkanku baju pengantin pesenan kang Zulnya apakah sudah selesai atau belum karena diperkirakan acaranya 8 hari lagi, wah aku harus kejar target agar besok benar benar finishing sekalian besok bunda mau mengantarkan kerumah bunda kang Zul.

Dengan segera kuambil senjata ampuh pelan pelan aku pasangkan manik manik dipergelangan tangan yang tinggal sedikit lagi. Kupastikan besok sudah siap untuk diantarkan ke rumah kang Zul.

Hari penyerahan baju pesenan tiba dengan cermat aku teliti lagi satu persatu bagian bagian yang ada dan ku uji cobakan kemanekin yang full body kucoba pakaikan kerudung sesuai dengan pesanan bunda kang Zul.

Jreng jreng… bunda gimana kalau kayak gini bund oke ga ? kuperlihatkan hasilkaryaku ke bunda. “Oke sudah cukup Ndok, segera dipacking lagi ketempat yang sudah bunda siapkan diruang tamu ya, bunda mau pakai kerudung dulu ya.

Baju sudah terpacking dengan rapi tinggal aku saja yang masih rempong belum siap siap, segera kuambil perlengkapan untuk memantaskan diri. Dress kali ini yang kupakai gamis katun jepang berwarna pink bunga-bunga dipadukkan dengan pasminya berwana pink juga semoga ga saltum ya.

Acara dirumah bunda kang Zul nampaknya sudah mulai, banyak orang yang sudah datang, parkiran pun sudah agak penuh, bingung diri ini mau memarkirkan kendaraan dimana sementara bunda sudah masuk duluan ke rumah kang Zul. Dalam hati ini harus gimana?? Kucoba maju dan mundurkan mencari sisi yang pas agar bisa masuk tapi apa daya ternyata belum membuahkan hasil.

Derap langkah menghampiri vojez dengan perlahan kang Zul memberi kode padaku untuk keluar dari mobil. Ternyata dia datang untuk membantuku untuk memarkirkan vojez, usaha yang dilakukan berhasil sampai diriku agak geleng geleng kepala kenapa ga berfikir seperti kang Zul ya. Ya sudahlah memang bukan keahlianku dalam hati.

“Hayuk masuk aisha, bunda sudah menunggu didalam. Ku ikuti langkahnya menuju Ruangan demi ruangan, terlihat orang orang sedang membaca Al Qur’an dengan khusyuk sambil tersenyum lebar ketikaku melewatinya.

Terlihat bunda sedang khusyuk juga mengaji. Rupanya dirumah ini sedang ada pengajian buat persiapan nikah kang Zul, adem deh rasanya. Kurang lebih setengah jam terlewati diruangan ini semua orang perlahan lahan pulang karena acara memang sudah selesai.

Tamu yang tersisa tinggal aku dan bunda. Setelah mencicipi hidangan yang telah tersedia. Tak lama kemudian bunda memintaku untuk menjelaskan konsep baju dan konsep pemakaiannya.

Kujelaskan secara detail mulai dari manik, renda, mahkota dan baju pengantin laki mode india yang aku bawa dengan selengkap-lengkapnya sampai bunda Zul. “Udah udah ini udah bagus konsepnya bunda percaya hasilnya,semoga nanti pas dipakai calon pengantin perempuannya pass dan serasi dengan pengantin laki lakinya” pungkasnya dengan cepat.

Terlihat kang Zul tersenyum simpul kearahku karena kebetulan duduk bersebrangan denganku. Dalam hati semoga hasil yang tadi aku presentasikan tepat dengan konsep yang diinginkan.

Rasa bagahagia karena bisa menyelesaikan sesuatu sesuai dengan pesanan itu rasa bahagianya bertubi tubi apalagi kalau konsepnya tepat dengan sang pembeli, pengalaman awal yang sangat mengesankan.

Mungkin ini salah satu bakat yang diwariskan bundaku. Sangat kusyukuri itu. Kulewati malam ini dengan rasa puas. Tapi itu jadi mengingatkanku kalau besok ayah akan pulang. Segera kuambil buku buku yang sudah ditugaskan, ku baca sampai mata ini terlelap dengan begitu saja.

Syamil wajib dari amil anta khodiruuu… suara alarm membangunkanku untuk segera mengambil air wudhu untuk sholat Tahajud. Kugelar sajadah panjangku dan kupakai mukena katun jepang pemberian dari ayah. Desir desir angin seperti tiga malam sangat menenangkan pantas saja kalau waktu itu waktu dimana orang lain sangat terlelap tidurnya.

“Ya Alloh sebenarnya apa tujuan ayah ya Alloh buat menikahkan aku dekat dekat ini padahal rekan ayah juga mau ada yang hajat juga masa nanti satu bulan 2 kali hajatan kan repot kelihatannya, tapi tak apa kuserahkan semua ini padamu ya ALLOH, tapi siapa yang akan menikah denganku ya Alloh hamba mohon petunjuk. Sambil menunggu waktu subuh kumencoba untuk banyak berdzikir menenangkan hati dari kegalauan.

Adzan subuh terdengar dalam telingaku ternyata tadi nampaknya aku tertidur saking ngantuknya, kuambil air wudhu kembali dan menuju kamar bunda buat sholat berjamaah. Setelah selesai sholat berjamaah bunda menyuruhku untuk memanaskan mobil karena kepualangan ayah dipajukkan jamnya menjadi pagi sehingga harus segera bersiap menuju kebandara.

Suasana pagi itu seger dan menenangkan karena belum banyak kendaraan yang berlalu lalang. Sesampaianya dibandara kusambut ayah dengan bawaan yang sangat banyak kukecup tangan ayah.

Serasa dipantai ya dengan sinar matahari yang baru terbit , ga mungkinlah ngaco ini otak. Karena bawaan yang sangat banyak satu persatu aku angkat kevojez tersisa 2 kardus lagi yang belum terangkat tapi perut ini sudah mulai keroncongan minta untuk diisi.

Kududuk dengan napas hah heh hoh untuk mengembalikan tenaga yang tersisa. Perlahan lahan kardus yang tersisa berpindah menuju vojez, dengan rasa penasaaran dan heran sebenarnya siapa si yang bantu ayah ngakut barang itu.

Perlahan lahan terlihat jelas bayang orang itu ternyata Kang Zul yang bersama ayah. Hoho bantuan datang tepat pada waktunya ku hanya bisa bersyukur akhirnya semua barang ayah yang banyak itu sudah tertata rapi di mobil. Sampailah aku dirumah nan damai ini.

Bundaku ternyata ribut sekali didapur dengan berbagai sayur dan lauk yang sedang digarapnya, karena hari ini ayah pengen menu spesial untuk makan siang karena sudah seminggu ayah ga makan masakan bunda, sosweet banget yah.

Ya sebagai anak perempuan kubantu bundaku untuk menyelesaikan semua pertempuran itu sampai sampai dapur terlihat agak seperti dapur catering hehe.

Makan siang ini sangat spesial kolaborasi jawa & sunda (Nasi Liwet, asin goreng , kol goreng, tempe goreng, sambel rawit gosrek, ayam goreng, tumis kangkung, krupuk, lalapan dan timun) yummy banget ini pokoknya.

Semuanya sudah berkumpul di ruang makan, kedua orang tuaku sangat kompak sekali ‘ pakai baju yang senada yaitu biru langit sementara aku memakai gamis hijau daun berbahan ceruti dengan outer hijau lumut plus kerudung segiempat karena ceritanya siang ini kita semua mau menghabiskan waktu bertamasya bersama ke De Lodge.

Kami semua tak sanggup untuk memandang makanan yang sudah tersaji dimeja makan akhirnya kami semua makan dengan lahapya sampai sampai ayah menambah lagi porsinya.

Yang membuat ku terkejut disela sela makan ayah kembali mengingatkan buku yang dibelinya sudah beres belum dibacanya tinggal berapa hari lagi loh bulan depan itu. Dengan wajah polos dan santai kujawab pertanyaan ayah dengan keadaan fakta yang ada kalau bukunya tinggal 1 lagi yang belum terbaca yaitu pendidikan anak.

“Assalamualikum wr.wb“ terdengar ada tamu yang datang kerumah, siapa ya dalam hati siang siang ada tamu. Kubuka pintu seraya menjawab salam, “ Kang ZUL Ternyata (tumben rapi banget,wangi dan memakai baju senada dengan ku hijau hohoo eits jaga pandangan bukan mahrom) Mau bertemu ayah or bunda kang? Tanyaku padanya. “ mau bertemu dua duanya” jawabnya.

Oh silahkan masuk tunggu sebentar ya’’ kulangkahkan kaki menuju meja makan memberitahukan kalau ayah dan bunda ada tamu yaitu kang Zul. Dengan lantang suara ayah “ Zul sini kita makan bersama “pinta ayahku kepadanya. Tak berapa lama kang Zul masuk keruang makan dan mengambil duduk disamping ayahku. Ayahku memintaku untuk mengambilkan piring dan air minum untuknya.

Akhirnya kita makan bersama dengan perbincangan seputar pernikahan persiapan nikah kang Zul yang belum beres ”meni kompak banget konsulitasi sebelum menikah dalam hatiku. “ Tante, Om & Aisha termikasih jamuan makan siangnya luar bisa menu yang sangat spesial”.

Iya sama sama Nak Zul , tante sudah menyiapkan untuk nak Zul bawa pulang titip buat bunda Zul kebetulan tadi Aisha semangat banget masaknya jadi agak kebanyakan biar ga mubadzir” pesan bundaku pada kang Zul.

Aisha ibu minta tolong ambil tuppeware yang hijau yang ada diatas meja dapur ya sayang” pintanya dengan lembutnya bundaku itu. segera aku ambil dan kuberikan ke kang Zul, dengan suara lirih kang Zul mengucapkan Terimaksih padaku.

“ Terimakasih ya aisha buat masakannya”. Kuanggukan kepalaku. Tante OM, Aisha Zul pamit dulu mau ada yang harus dipersiapkan, terimaksih semuanya. Assalamualaikum wr.wb mengakhiri makan siang kali ini.

Semuanya sudah siap ya, suara ayahku memecah keheningan siang yang sudah mulai mengantuk karena habis makan.Hayo segera berangkat ajak ayahku. Hiruk pikuk kota Bandung dengan segala aktifitasnya membuat orang orang berlalu lalang dengan kendaraannya kesana kemari yang bisa dibilang ramai lancar tapi menenangkan dan ngangenin katanya membuat orang tinggal disini betah berlama lama dibandung.

De Lodge kawasan wisata kekinian anak muda dan orang tua yang bisa digunakan untuk menghabisakan waktu bersantai dan bermalam bersama karena tersedia penginapan yang bentuknya unik.

Suasana udara sore berhembus dengan sedikit agak dingin sehingga memacuku untuk memakai sweeter pemberian dari bunda ,suasana persinyalan hppun agak sedikit terganggu karena memang kawasan ini agak lumayan susah sinyal untuk kartu kartu tertentu.

Demi menghilangkan kebosanan selama perjalanan yang agak lama karena agak banyak kabut yang sudah mulai turun kubaca lembar demi lembar buku yang belum selesai terbaca.

Berhentillah vojez di parkiran yang agak luas, pelan pelan kutarik nafas dan membuangnya perlahan kutadaburi ciptaan yang Maha kuasa ini. Setelah mengurus check in kami semua masuk dan mulai menikmati indahnya daerah ini, tak terasa sebentar lagi magrib kusegerakan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat berjamah bersama kedua orang tuaku sampai sholat isya datang.

Suasana yang dingin ini membuat perut gampang lapar inginnya bolak balik ketoilet karena beser. Malam yang begitu indah, syahdu, merdu dipadukan dengan malam yang menenangkan hati.

“Ndok kita makan malam dulu ya, bunda tunggu di restoran yang diatas ya, Ayah dan yang lain sudah menunggu ujar bundaku.

“ Iya siap bunda, aisha bersiap bentar. Aisha menyusul ketas 5 menit lagi” jawabku. Kurapihkan buku buku yang tadi habis dibaca, kukunci pintu dan kulangkahkan dengan rasa yang sangat ringan. Kulirikkan kekiri kekanan bolamataku mencari keberadan ayah yang tak kunjung terlihat karena keramaian pengunjung untuk menikmati makan malam.

Sleklebat terlihat orang yang kukenal keluar dari sebuah toilet dan menuju ke Arahku. “ kang Zul disini juga “ sapaku kepadanya. “ iya ini ada acara keluarga ‘ timpalnya singkat. Ohya akang duluan ya” pamitnya . Iya mangga kang”.

Kutelusuri lantai satu kebelakang kesamping kanan, kiri, tak kunjung kutemukan ayah, ku coba berfikir untuk menelponnya tapi sayang sekali handpone lupa ketinggalan dimobil. Kucoba naik ke lantai 2 kulihat kekanan dan kekiri, terlihat ada yang melambaikan tangan kearahku yaitu ayahku.

Secepat kaki melangkah kuhampirinya tanpa memperdulikan dengan keadaan yang disekitarku, setelah mendekat kemeja ayahku kulihat ada keluarga kang Zul beserta kang Zulnya.

Kedatanganku disambut dengan hangat oleh semua yang ada dimeja itu. Semuanya sudah memulai makan tinggal aku dan kang Zul yang belum menikmatinya karena baru datang dimeja makan. Kuambil makanan yang sudah ayah pesan kunikmati sedikit demi sedikit dengan sedikit terbengong bengong sebenarnya ada acara apa ya?…

Aisha makasih ya kiriman yang tadi dititipkan ke Zul nikmat banget rasanya, Minggu depan tante boleh pesan buat dibuatkan lagi? Bunda zul membuka perbincangan makan malam ini. “ Oh mangga tante kalau tante berkenan, insyaAlloh aisha bikinkan dengan bunda” jawabku dengan persaan yang mengembang.

“ Oh ya aisha gimana kuliahnya nampaknya semester agak berat ya buat sekarang sekarang karena harus PLA dan persiapan penelitian ya” tanya Om padaku.“ iya Om, lumayan banyak yang harus dipersiapkan jawabku singkat.“ InsyaAlloh semua akan terlewati dengan baik ketika kita menikmatinya, kalau ada apa apa bisa minta tolong keZul dia lumayan banyak kenalan semoga bisa membantu” sambung OM.

Karena waktu sudah mulai malam ada hal yang harus Ayah sampaikan kepada Aisha, sekarang ada hal penting yang harus ayah sampaikan ke Aisha dan harus aisha ketahui . Om Dandi tante Rose dan Zul berada disini karena ada satu tujuan ingin menyampaikan Pinangan secara resmi pada Aisha, sebelumnya Zul sudah meminta ijin ke Ayah seminggu yang lalu ketika pertemuan makan malam sebelum ayah pergi ke Lombok.

Ayah sudah berfikir sekian lama semalaman itu dan sudah melakukan istikhoroh, ayah merasa yakin dengan Zul yang berniat baik untuk menjadikan Aisha sebagai pendamping Hidup, sehingga akhirnya ayah mengizinkan Zul untuk sedikit mengenal aisha tanpa sepengetahuan aisha.

Sekarang ayah serahkan kepada aisha terkait mau diterima atau tidaknya, ayah berharap aisha bisa mengambil keputusan dengan tepat terkait niat baik dari Zul ini.Jantung berdetak begitu kencang rasa yang bercampur kaya ada Durian jatuh digenting.

Kutenangkan fikiran dalam dalam, kulihat keadaan sekelilingku , Kang Zul menatapku sekilas penuh dengan rasa penasaran. Ya Alloh inikah jawaban dari Mu yang 1 minggu ini aku pinta kepdaMu dengan semua skenario yang begitu indah yang kau rencanakan.

“ Bismillah dengan mengharap Ridho Alloh dan Ridho Ayah, Aisha menerima apa yang telah Ayah Niatkan jawabku dengan sangat pelan dan hati hati.

“ Alhamdulillah jadi sudah clear dan jelas insyaAlloh Aisha menerima, sekarang langsung tentukan saja ya pak Dandi tanggalnya. Untuk tanggalnya saya setuju dengan usulan Zul nikahnya Kamis malam dan resepsinya Juma’at. Bagiamana menurut pak dandi ? ayahku membuka pembicaraan

“ Saya rasa sudah cukup pak Firmansyah kemaren alhamdulillah sudah konsul dengan kelurga besar sebelumnya insyaAlloh semua bisa hadir pada saat Resepsinya dan sebagian pada saat akad” ujar pak dandi

“Untuk mempermudah komunikasi nanti dibuat group persiapan saja ya pak untuk mengontrol yang belum siap ya pak dandi. Nampaknya kabut sudah meyelimuti malam ini, hawa udara juga sudah semakin dingin. Kita akhiri pertemuan yang nan penuh dengan keberkahan ini dengan mengucapkan Hamdalah bersama ayah memimpin penutupan pertemuan nan syahdu.

Semua orang meninggalkan tempat makan itu penuh dengan perasaan gembira, terkecuali aku dan kang Zul yang pada saat ini perasaanya sedang bercampur antara bahagia dan berdebar debar. Kulihatnya sekilas diraut wajahnya tersimpan sejuta makna.

Semua orang meninggalkan tempat itu menuju kepenginapan masing masing. Langkah kaki ini begitu ingin cepat melangkah ke arah penginapan. Dipersimpangan penginapan kang Zul memberikan senyum dan mengucapakan “ Terimakasih buat semuanya”.

Dua insan akan bersatu dengan ikatan sakral nan suci yaitu akad mempersatukanya dengan berbagai kekurangan dan kelebihan masing masing individu menjadi keluarga harapan. Dimalam yang sunyi mata ini tidak bisa terpejam kuhitung hari menuju hari pernikahan tersisa tinggal 3 hari.

Ya Alloh apa yang harus kupersiapkan menuju perjanjian besar ini. Kuserahkan semuanya padaMu ya Alloh aku tak berdaya tanpa kekuatan dan kekuasaanMu, Aku mohon kepadaMu tolonglah Hambamu ini disetiap langkah yang akan terjadi disetiap waktu.

Hari demi hari berlalu begitu cepat tak terasa begitu dekat waktu menuju pernikahan ini. 1 hari lagi menuju akad yang akan terucap.

Ikhtiar persiapan dan keimanan harus banyak aku pupuk lagi karena banyak sekali keraguan karaguan berdatangan menghampiri menuju akad selain itu ada beberapa orang yang datang kepada ayahku berniat melamar ku (Mulai dari kaka tingkat jurusan , anak bimbingan ayah yang dulu rajin banget datang kerumah untuk konsultasi hasil penelitian).

Segera kusingkirkan segala bentuk keraguan yang datang dengan mendekatkan diri kepada sang Maha Kuasa Alloh SWT. Hari Rabu bunda memberikan sebuah amplop coklat kepadaku .

Kubuka pelan pelan amplop itu dan kubaca secara cermat apa yang tertulis didalamnya ternyata tertulis berbagai hal tentang pribadi kang Zul secara umum yang patut untuk aku ketahui sebelum menjadi istrinya karena biar tidak kaget kaget amat nanti ketika sudah bersama.

Didalam suasana yang bercampur campur kubaca kembali apa yang ada didalam Amplop coklat itu, pelan pelan kutersenyum sendiri menyadari kebiasaan dan makanan favorit yang disukainya sama dengan diriku.

Apakah ini yang dinamakan jodoh Dunia Akhirat namamu rahasia sehingga baru sekarang kuketahui bahwa yang menjadi jodohku itu adalah laki laki yang besok akan melakukan ijab qobul dengan ayahku.

Karena sudah sangat ngantuk kugeletakkan amplop itu dan ku mulai memejamkan mata. Hari kamis pun sudah didepan mata, pagi pagi sekali ada mang amin mengantarkan gaun pengantin yang akan dipakai nanti malam.

Kulihat gaun itu dengan seksama tak kusangka gaun yang aku coba dulu itu sampai dipresentasikan didepan bunda kangZul ternyata gaun it akan aku pakai dimalam yang sangat mendebarkan.

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berganti begitu cepat semua saudara ayah dan bunda sudah berada dibandung sejak pagi ini membantu persiapan akad malam ini dan resepsi yang akan dilaksanakan esok hari. Suasana yang sangat hangat sebagi waktu dan tempat bersilaturahminya keluarga besar kami.

Hari ini benar benar berasa hidup yang sangat mendebarkan karena Ba’da isya nanti kelurga dari mempelai pria akan hadir beserta orang yang akan menjadi pendamping hidup, perkenalan yang sangat singkat yang kalau dibayangkan pasti antara percaya dan tidak percaya.

Allohu akbar Allohu Akbar, adzan isya berkumandang menandakan bahwa harus segera dilaksanakannya sholat isya. Semua saudara laki laki berserta ayahku semua sudah berangkat menuju masjid untuk melaksanakan sholat isya secara berjamaah dan melihat perkembangan persiapan tempat akad yang kebetulan akad dilaksanakan didalam masjid.

Dan kini tinggal para ibu ibu sholat berjamaah di mushola Rumah. Semua melaksanakan sholat dengan khyusuk seperti diriku ini yang sedang memupuk keyakinan untuk selalu terpaut dengan janji Alloh yang sesungguhnya.

Kupanjat dao yang begiitu dalam dan tulus daari dalam hati mengucap rasa syukur padaNYa yang telah menjwab setiap doa yang kupanjatkan padaNya.

Setelah semuanya siap, para pagar ayu beserta ibuku menuntunku menuju mihrab masjid. Terdengar pengantin laki laki datang beserta rombongan memasuki lantai utama masjid. Suara MC terdengar menyambut kedatangannya dengan penuh kehangatan dan keramahan. Mempersilahkan keluarga pengantin laki laki menuju tempat ijab dan Qobul.

Tidak lama kemudian datanglah petugas dari KUA yang siap untuk membantu proses adminitrasi pernikahan. “ Alhamdulillah hirabbil alamiin segala puji dan kasih sayangnya yang tak pernah dimakan masa, pada malam yang penuh dengan keberkahan ini ijinkanlah saya selaku Mc untuk membuka acara skral padamalam hari ini dengan bacaan Basmalah.

“ InsyaAlloh tidak akan berlama lama lagi kita semua akan menyaksikan akad akan tetapi sebelum itu silahkan bagi keluarga pihak laki laki yang akan menyerahkan seserahannya kepada pihak panitia pernikahan akhwat”. Acara seserahan pun sudah berakhir , tiba saatnya acara Ijab dan Qobul kepada bapak KUA dipersilahkan.

Bismillah. Atas nama “ Zulfikar Said Albana “ apakah anda ” tanya pak Kua kepada kang Zul. Dengan lantang kang Zul menjawab “iya”. Apakah yang akan anda nikahi bernama “Nezuarda Ghumaisha Firmansyah”. “iya”. Alhamdulillah semuanya sudah pasti dan jelas ya. Mari kita mulai saja ya lanjut pak KUA.

Apakah mau latihan dulu atau langsung kang Zul? Tanya pak KUA. insyaAlloh langsung pak jawabnya. Baiklah insyaAlloh yang akan menikahkan langsung oleh Bapak Firmansyah selaku wali dari pihak perempuan.” Silahkan pak , pak KUA menyerahkan kepada Ayahku.

Bismillah suara ayahku terdengar menggema diaula masjid ini. Sebelum saya menikahkan kamu dengan anakku ada satu pesan yang ingin bapak sampaiakan kepada ananda, Bapak berpesan “ Bawa Aisha kedalam surga Nanti ketika kau bersamanya dan Bimbinglah dia. Mari kita bersyhadad terlebih dahulu.

Bismillah “Ananda Zulfikar Said Albana BIN Dandi saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anakku Nezurda Ghumisha Firmansyah dengan maskawin 3 dinar dan emas seberat 13 Gram dibayar Tunai. “ Saya terima nikah dan kawinnya Nezuarda Ghumisha Firmansyah BINTI Firmansyah dengan maskawin tersebut TUNAI”.

Kalimat agung yang kudengar sebagi wujudnya bersatu dalam sebuah ketaatan terkait perintahNya”. Para saksi yang berada disitu menyatakan “SYAH” Alhamdulillah, tak terasa statusku sekarang berganti menjadi “ Seorang Istri”.

Semua orang menanti kemunculanku untuk dipersatukan ditempat akad akan tetapi subhanaAlloh Mas Zul langsung menjalankan sholat sunnah 2 rekaat setelah ucapan syah terucap. Kuhampiri belaiu penuh dengan rasa bahagia dan campur aduk. Kuikuti langkahnya menuju meja akad untuk menandatangani berkas dari KUA.

Dengan sedikit malu aku ikuti arahan dari pak KUA untuk mencium tangan kang Zul yang saat ini syah menjadi suamiku. Dengan agak gemetar dan kaku kuraih tangganya yang nampaknya juga Gemetar kucium dengan lembut. Inilah Takdir yang TERBAIK.BERSAMBUNG…..

 

 

 

JIKA DIA ADALAH JODOHKU

Semoga Alloh selalu mejaga imanmu

Ya ALLOH Berikan Jodoh yang terbaik Untuknya

“Ya Alloh jagalah hati ini untuk selalu terpaut padaMu ya Alloh jika dia memang  jodohku untuk membina bahtera Rumah Tangga ini berikanlah kemudahan dalam proses ini jika bukan tunjukanlah secepatnya agar tidak ada yang tersakiti, selalu kusisipkan doa untukmu agar kau mendapat jodoh yang terbaik’’

Semua sudah Alloh gariskan takdirnya untuk kita lewati dikehiduapn kita.

Assalamualaykum wr.wb

Tok tok tok….mba ici dikosan kah?

Suara nyaring dari sahabatq terngiang dalam telingaku yang sedang belum fokus.

Iya iya mba aya, mab ici ada dikosan sebentarya…

Oke mba Za, Nuhun ya…ucapnya padaku setelah q bukakan pintu kosan.

Wah bagaimana kabarnya sekarang ini? Wah banyak kali ini barang barang ngomong ngmong mau ada apa ? hehe? Sergahku padanya

Hahaha….mba Za ini alhamdulillah aya udah ketrima kerja sekarang didaerah ini dan sedang cari kosan ceritanya ini tapi belum dapet kosan jadi pengen ikut dulu kesini boleh hehe….mba icinya mana ya?

Mba ici lagi dikamar mandi da tadi baru masuk….jawabku

Eh…eh…..geuningn aya tamu……..sapa mba ici pada mba aya…..asik nie banyak barang barang mau pindahan ini ceritanya ta.

Iya ndos(sapaan sayang mba aya ke mba ici) mau nebeng dulu lah sampai aku dapet kosan haha…bolehkan please ndos ‘rayu mba aya pada mba ici.

Iya iya sok aja da kita dirumah ini cuman berdua ma mba Za da.iyakan mba za….

Iya iya ga apa apa mba aya sok aja jawabku pada mba aya.

Hari pertama kerja mba aya dikantor itu kebetulan karena belum punya gamis banyak jadi mba aya meminjam gamis padaku. Kupinjamkan seragam kebersamaan pada waktu pesantren yang dulu dan apa yang terjadi dikantornya karena memakai pakaian tersebut temen dikantornya merasa bertanya tanya apakah mba aya sebelumnya pernah mesantren. Dengan wajah yang bingung juga mba aya bergumam dalam hati kenpa orang orang pada selalu ngeliatin aku apakah ada yang salah ya dengan pakaian ini? Gumam mba aya dalam hati

Hey karyawan baru, asa ga aneh dengan pakaian yang kamu pake kaya jahitan ibu aku dirumah, dulu kamu pernah mesantren kah? Sapa rekan kerja dikantornya

Oh iya  kang, aku ga pernah nyantri da(wah ketahuan ini kalo aku pinjem punya mba Za) jawab mba aya.

Oh gitu siapa temennya namanya siapa bisi kenal ? tanyanya kembali pada mba aya

Itu mba Za kang jawb mba aya

Wah kalo itu aku kenal aya, dia mesantren 3 tahun disini wah ya ternyata kalian itu berteman toh baru tahu saya, saolnya baju itu udah agak aneh dimata saya.

Cerita itu akhirnya sampai ditelingaku pada saat mba aya pulang dari kantor dan diriku hanya tertawa kuk bisa sampai segitunya ya,,,,,,, ga nyangka (gumamku dalam hati).

Eh mba Za tadi dikantor kang udi ma temen aku berisik banget ngebicarain proposal Ta’aruf loch dan aku denger denger teen aku itu lagi mencari pendamping hidup cena sedangkan stok yang ada di kang udi lagi ga ada hahaha…….

Jadi maksudnya apa ini? Timpalku agak heran

Mau ga aya lantarin dengan beliau itu namanya Firmansyah orangny baik kelihatannya mba dai rekan kerja aku dikantor.

Deg Deg dalam hati pakah ini jodohku yang sebenarnya yang Alloh Gariskan.

Dengan Agak Gemetar aku menjawab ya Bismillah Za Coba ya mba aya.

Oke sip za aku sampein ke kang udi ya….

Sore Hari kemudian ada telpon yang masuk tidak terdeteksi identitasnya, sekejap aku angkat telfn tersebut

Assalamualaykum wr.wb ada yang biza Za bantu, maaf ini dengan siapa? Pembukaan dalam percakapan itu

Za ini kang udi masih inget kan?? Denger denger Za sedang mencari pendamping hidup ea……? tadi denger dari aya dikantor haha….

Seketika itu aku harus bilang apa , aku takut ,disisi lain ada rasa bahagia tentang penantian ini.

Hem hem dengan malu malu aku menjawab iya kang udi , Za sedang mencari pendamping hidup hehe.

Mau ga sama ikhwan ini yang CV nya da disaya, kalo mau bsok pagi Cvnya dititp ke aya nyak…

Iya kang akan Za coba Bismillah, ohya isisnya apa aja Cv nya ? tanyaku pada kang udi

Yang biasa aja Za jangan ada nomer kontak atau medsos ya khawatir bisi belum apa apa telpon dll hehe. Jawabnya.

Oke siap kang jawabku …

Malam itu aku menyiapkan CV Ta’aruf itu,sbelum itu aku panjatakan doa disetiap  sholatku dan kutambah lagi dengan sholat istikhoroh dan tahajud untuk memantapkan hati untuk mengikuti proses ini.

Keesokan harinya kutitipkan CV Ta’aruf itu ke mba aya dengan keadaan RAPI.

Setelah sore menjelang setelah seharian beraktifitas waktunya utuk pulang dan bersiap siap untuk persiapan kegiatan yang lainnya.

Krek Krek kubuka pintu kamar kosan  TERGELETAKLAH 1 AMPLOP COKLAT diatas Lemari.

Dug Dug dug hati ini berdebar sangat kencang bergemuruh bagaikan petir yang bersahut sahutan.

Tak kuasa mata ini mengeluarkan air mata tak tau rasa sedih atau haru……………………………………………

Kubuka amplot coklat itu pelan pelan dengan Bismillah ya Alloh semoga proses yang kujalani adalah proses yang benar.

Kulihat wajahya beserta Biodatanya sungguh sangat lengkap berbeda dengan yang Za kasih kebeliau, yah pandangan pertama melalui foto.

Entah mengapa setelah itu mba aya pergi dari kosan igin menginap dikosan temennya dan ini baru aku sadari setelah 3 hari secara terus menerus diri ini meng istikhorohkan mas firmansyah.

Ini pertama kalinya diri ini mengistikhorohkan orang dengan benar benar samapai Doa untuk sholat itu dibaca Ber ulang Ulang..

Air mata selalu jatuh ketika berdoa tentang Ta’aruf ini…………………………………………………………………….

Ya Allo jika dia jodoh Hambamu ini permudahkanlah prosesnya jika bukan Tunjukanlah segera Ya Alloh jangan sampai ada yang merasa tersakiti,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,sampai waktunya tiba,,,,,,,,,,,,,,,

3 Hari telah berlalu pada saat sholat fardhu dan berdoa tiba tiba ada ular besar berjalan di tangan ini, sontak diri ini terkejut dan bermunajat ke Alloh apa arti dengan semua ini.

Setelah peristiwa itu jiwa ini tergugah untuk menyampaikan ke mamah dan jawabnya mamah ternyata itu rejeki untuk kamu nak semoga dipermudah segala urusannya ya……………………………………

Hati ini semakin yakin dan mantap untuk menjawab iya untuk ketahap selanjutnya, tapi untuk meyakinkan lagi malam jumat diri ini bersungguh-sungguh bermunajat……………………………………………

Akhirnya hari jumat ku kabarkan pada kang udi bahwa za siap untuk melanjutkan ke proses selanjutnya. Respon kang udi setelah mengetahui hal tersebut,kalau begitu kita pertemukan kalian berdua secepatnya,,,sontak diri ini berubah menjadi tegang ya Alloh beginikah rasanya………………………

Pertemauan itu dijadwalkan sore dikarenakan pagi za ada mentoring entah mengapa setiap proses pencarian ini selalu sebelumnya diriku diberikan nutrisi oleh murobi yang sudah mengetahui proses tersebut.

Hari itu benar-benar hari hari yang penuh dengan sesuatu

Sore menjelang hati ini sudah gelisah menunggu kepastian akan jadi atau tidak karean cuaca kurang mendukung dan kabar itu pun datang pertemuan pindah ke malam hari karena 2 orang ini sedang menyelesaikan sesuatu tugas terlebih dahulu.

Dan tanpa disengaja setelah pulang dari mentoring kita berdua berpapasan dengan diri ini jalan kaki sdangkan belaiu berboncengan dengan kang udi tek….lemaslah raga ini apakah ini dia orangnya dalam hatiku berbicara.

Alhamdulillah dalam hati ini diundur pertemuannya

Tik tok pukul menunjukkan pukul 19.30

Dering sms berbunyi……

Kubuka sms itu Za…..Hayuk sekarang akang tunggu di aula ya.

Deg deg sontak lemas raga ini, Q ajak mb aya untuk menemaniku untuk pertemuan ini, Q parkirkan motorq disuatu tempat dan melaju menuju tempat tersebut.

Srek srek langkah ini menuju tempat itu dan dengan sangat terkejut ternyata dia menunggu didepan pintu dengan senyumnya yang merekah walaupun rada gelap sedikit, kaki ini sebenarnya tidak kuasa untuk melangkah lebih jauh kedalam aula itu tapi apa daya kang udi suda ada dialam..dengan berpegang sangat kuat ketangan mba aya , Za masuk keruangan yang sudah disiapkan yang terang dengan lampu dengan yakin.

Setelah semuanya masuk,duduk pada posisi masing masing posisi akh firmansyah agak menjauh dari kang Udi dan diriku berdekatan dengan mba aya dengan selalu memegang tangannya dengan erat.

Benar–Benar kali ini diriku melihat dirinya dengan rupa yang jelas dengan sekejap karean diri ini tak kuasa menjaga pandangan ini jika berlama lama  kusadari beliau juga memandang wajah ini sekejap.

Akhirnya dibukalan pertemuan itu oleh kang udi dengan nuansa islami yang dilanjutkan dengan tausiyah seputar pernikahan, Tibalah waktunya untuk saling bertanya antar kedua belah pihak dan memeprkenalkan diri .

 

Disitulah diri ini mendengar suaranya, dia bertanya kepadaku apa visi misi pernikahan ade Za, segeara kujawab penuh dengan gemetaran visi misi pernikahan ini, selanjutnya giliran diri ini untuk bertanya kepadanya apakah akh firmansyah pernah ikut mentoring dan apakah mendukung jika diri ini akif dalam mentoring.

Iya dulu saya pernah ikut mentoring tapi tidak berjalan sampai akhir , insyaAlloh saya ridho jika ade aktif disana.(jawabnya).

Oke semua sudah saling bertanya searang giliran saya ini yang akan bertanya pada kedua belah pihak ini, kapan target kalian berdua menikah setelah Ta’aruf ini? Tanya kang udi pada kita berdua.

Mungkin setelah Bulan agustus 5/6 bulan lagi jawab akh firmansyah, 2 bulan lagi jawabku sontak akh firmansyah agak kaget karena belum siap siap utuk proses tersebut.

Oke sudah jawab semuanya kan ya. Iya akh ketika sudah ada niat mending disegerakan semuanya itu bisa dipersiapkan dari sekarang akh nasehat kang Udi.

Iya tapi firman belum ada tabungan untuk kesana dan apakah de Za bisa menerima kekurangan ini, kita tahu gajih belum banyak.

Za ga bisa menjanjikan apapun za hanya bisa berusaha untuk mecapai hal tersebut  jawabku.

Wah nampaknya ini sudah ketahap yang selanjutnya sudah terlalu mendalam oke sekarang gini aja akh firman dan mba za komunikasikan tentang niat ini ke orang tua masing masing ditunggu minggu depan ya informasinya uk kita baca hamdallah tuntuk meutup pertemuan ini dan malam juga soalnya.

Alhamdulillahirabillalamin.

Ya pertemuan terakhir dengan dirinya saat itu….persaan saat itu Nano nano…….tidak bisa digambarkan.

Hari demi hari telah terlewati, minggu demi minggu sudah terlewati kabar tentang kelanjutan itu tak kunjung datang akhirnya pas 1 bulan kuberanikan diri iniuntuk menyakan pada kang udi mengenai kelanjutan hal tersebut dengan menghubungi belaiu lewat sms.

Assalamualaykum wr.wb kang udi punten za badhe tumaros pami kelanjutan proses eta kumaha kang? hatur nuhun.

Wa’alaykumslsm wr.wb iya za, Za ada diamana ekarang boleh akang ketemu untuk menyampaikan hal ini?

Za lagi mau ketempat nyetak foto kang lewat pasar.

Oh tungguan atuh ya akang lagi jalan kesitu oke.

5 menit kemudian kang udi nyamperin za dan menyampaikan tentang hal tersebut,

 “Gini Za maf dah lama ga ada kabar kemaren firman baru bisa pulang ke Cilegon sudah mendiskusikan dengan keluarganya kalo dari mamanya mah mangga mangga aja, tapi kalo dari bapaknya,firman disuruh kuliah lagi S2 , jadi Za mau nunggu akh firman atau bagaimana?

Oh gitu kang akhirnya jadi lega, Za putuskan sudahi saja ya kang khawatir akan melenceng ke hal yang salah jikalau harus menunggu, kalo memang jodoh pasti bertemu lagi kalo tidak semoaga Akh Firman mendapat jodoh yang terbaik ucapaku dengan wajah polosku.

Oh gitu oke za, jangan jadi trauma karena ini ya Za, ohya kalo ntar ada yng mau proses lagi Za siapkan diproses?

Iya InsyaALLOH  kang, za siap diproses lagi.

Berakhirlah cerita ta’aruf ini

Sesampai dikosan entah mengapa air mata ini mengalir begitu deras apakah ini Perasaan yang wajar atau berlebih-lebihan. Ya Alloh Tolonglah Hambamu ini. Hiks hiks hiks hiks

Suasana dengan mba aya dan kang udi agak renggang ketika setelah peristiwa tersebut, za ga apa apa mba aya dan kang Udi tenang saja mungkin Alloh ada rencana lain dibalik itu semuanya jangan sampai silaturahim kita jadi renggang ya ucap terakhirku.

Keindahan skenario Alloh tidak ada yang bisa kita tahu berusahalah untuk memperbaiki diri untuk bisa menggapai mahligai pernikahan yang barokah dunia,akhirat semoga Alloh menjaga perasaan hati hati ini jikalau memang ini adalah jalan yang terbaik dari Mu ya Alloh kuatkanlah hati ini untuk selalu terpaut kepadaMU,

Bila ini memang takdirnya semua ini akan ada hikmanhnya.teruslaha berusaha Guys………..

Untuk Dirimu Yang Pernah Singgah Di Hati Ini

#Part 1

Semoga Alloh selalu mejaga dirimu yang nan jauh Disana

Ya ALLOH Berikan Jodoh yang terbaik Untuknya Disana

”Maafkanlah diriku belum ditakdirkan oleh Alloh bersanding denganmu menjadi penguat dalam kehidupanmu selalu ku sisipkan doa untukmu agar kau mendapat jodoh yang terbaik suatu saat nanti’’

Assalamualaykum wr.wb

Perkenalan ini berawal dari percakapan sederhana dengan sahabat yang pernah satu kamar waktu dulu pada saat mesantren pada saat momen kondangan kepernikahan temen satu pesantren.Tiba –tiba dia berceloteh mba katanya lagi mencari pendamping hidup ya..? dengan sigap aku menjawab iya de…emang ada apa?ada hal yang serius kah?

Iya mba kemaren temen aku punya kenalan orang jawa mba yang ingin dicarikan orang jawa juga untuk berumah tangga katanya mba mau ga?…..dengan penuh keyakinan bismillah de, mba coba ya……..semoga Alloh memberikan jalan yang terbaik ya de……..maksih ya atas informasinya.

Ting tong ting tong suara pesan masuk berdering…….

Assalamualaykum wr.wb

Perkenalakan saya meli sahabat de Ti. Apakah benar ini dengan mba Za ?

Iya benar teh ini dengan Za. Ada yang bisa Za bantu?

Iya mba Za ini mau menindaklanjuti hal yang kemaren de Ti infokan ke mba mba Za terkait pencarian pendamping hidup mba, jadi saya punya kenalan seorang ade yang sedang mencari jodoh untuk kakanya yang kembar mba apakah mba berkenan untuk bertaarufan dengan beliau?

Sontak tangan ini bergetar untuk membalas pesan itu secepat itu kah Alloh menjawab penantian ini…..?……..Bismillah Za Coba ya teh. Dalam hati Ya Alloh kuasaMU sungguh tidak bisa dijangkau oleh makhluk lindungilah diri ini dari segala bentuk maksiat ya ALLOH…JIKA Memang ini yang terbaik mudahkanlah dan jika bukan percepatlah jangan sampai ada yang merasa tersakiti.

Ya Alloh kala itu sangat bertepatan sekali satu keluarga pulang untuk kerumah karena ada hal tertentu yang sedang diuruskan dan email secepat itu masuk dalam handphone q berupa biodata ikhwan tersebut. Dengan tangan bergemetar dan diiringi Bismillah membuka data yang sudah selesai di Doanload tersebut. Inikah rasanya orang yang sedang berproses untuk menemukan hati yang setengahnya lagi?

OhyA BOLEH Meli Telfon mba sekarang?sms terakhir dari teh meli waktu itu.

Dering Telfon pun berbunyi Dengan gugup aku angkat telfon iya teh…

Iya ini meli sedikit infokan seputar akh daffa , ah daffa belaiu sudah lulus S1 diperguruan di Jakarta beliau mempunyai adik yang baru lulus S1Univ di jogya beliau ini yang ingin berikhtiar mencarikan jodoh untuk kakanya. InsyaALLOH Orangnya penyayang anak kecil mba dikarenakan sekarang aktivitas beliau mengajar dalam sebuah lembaga disuatu tempat dan beliau mempunyai saudara kembar anak ke 3 dari 5 bersaudara kebetulan saudara kembarnya sudah memiliki calon pendamping hidup dan akan segera menikah.Apakah mba siap?

Serasa air ludah ini memenuhi tenggorokan dan tidak bisa berkata kata lagi untuk menjawab telfon itu. Bismillah za coba ya…

Oke ditunggu CV dari teteh ya….percakapan terakhir diriku dan dirinya,,,,,,,,,

Entah mengapa benar benar hati ini berdebar dengan sangat walaupun hanya baru bertukar CV inilah kuasa Alloh memberikan rasa itu dan entah kenapa juga foto untuk Ta’aruf sama sama meggunakan baju biru dongker, kebiasaan agak sama ini semua tidak sengaja janjian loch karena kita berdua sama sama-sama menerima Cv setelah semua terkumpul menjadi satu.Ya Alloh sungguh kuasaMu begitu agung.

Sejak saat aku mulai mencari informasi tentang akh tersebut dan meng istikhorohkan dan mengkomunikasikan terutama dengan orang tua (mamah). Ada beberapa permintaanyg ku ajukan diantaraya ketika beliau benar-benar ingin berta’aruf dengan za harus meminta ijin pada walinya yaitu kedua orang tuaku dan kaka aku melalui perantara aku.

Setelah 1 bulan berlalu beliau menelpon kaka za untuk meminta ijin untuk berkenalan lebih jauh dengan Za.

ALLOH selalu mendengar niat dan doa kita yang selalu dipanjatakan padaNya,

Tiba waktunya bagaimana diri ini meyakinkan ke orang tua bahwa kiata mempunyai keinginan utuk berumah tangga ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, orang tua za belum yakin ,belum percaya bahawa za sudah siap untuk menikah. Sesuatu itu memang butuh perjuangan apa lagi menmberikan pencederdasan kekaka hoho…..perjuangan awalnya malu banget sebenernya………tapi akhirnya dengan itu za mualai belajar bagaimana mengkomunikasikan hal yang semacam ini.

Proposal Ta’aruf Za kasih kekaka setelah proses itu ntuk dipelajari sekaligus za memintanya untuk menyelidiki akh daffa ini.Beberapa kali kaka bertanya kepda Za apakah kamu yakin dengan akh ini? Kemaren pas telpon ke kaka beliau sekarang kuliah lagi mengambil jurusan PG paud dan baru 1 tahun terjalani apakah kamu yakin? Jangan terburu buru ya adekq sayang kultum dari kakaq dengan penuh keyakinan.

Disitu deg mulai terfikir Ya Alloh Za harus bagaimana ini……akhirnya za mengkomunikasikan dengan guru spiritual za bagaimana dengan hal ini tapi samapai saat itu beluma da tanggapan dari Guru spiritual za….Besabar itulah yang harus Za Bangun.

Setelah akh daffa meminta ijin entah mengapa akh daffa meng sms mengingatkan untuk sholat berjamaah dari situ hati ini mulai ragu, kenapa akh daffa sms za secepat itu sebelum akad terucap oleh bibirnya……..

Selama beberapa hari akh daffa mengingatkan seperti biasa dan karean hati ini sudah mualai tak tenang karena hal tersebut, Za memberanikan diri untuk menghubungi langsung beliau untuk memutuskan hal ini dengan didampingi sahabat za.

Waktu itu hujan begitu lebat menemani jiwa ini untuk menyampaikan hal yang harus segera diputuskan.

 

Bismilhairahmanirrahim

Asssalamalaykum wr.wb akh daffa ini dengan Za, ada beberapa hal yang akan Za samapaikan ke mas daffa.

Wa’alaykumslm wr.wb iya de Za ini dengan mas daffa, iya boleh kira-kira apa yang akan disampaikanoleh de Za ?

Sebelum penyampaiaan hal tersbut Za ingin bertanya target mas daffa menikah kapan?tanyaku

De Za lulus kapan?Mas daffa menunggu de Za Lulus dulu karena mas daffa ingin de Za nanti menemani mas daffa untuk meneyelesaikan kuliah disana dan merancang Rumah tangga kita kedepannya,jawabnya.

Terimaksih atas informasinya, Za belum tahu akan lulus kapan tapi sedang brusaha tahun ini,terimaksih juga mas daffa sudah berkenan berta’aruf dengan Za tapi ini harus Za sampaikan ke mas Daffa ..

Mas mungkin kita akhiri sampai disini Ta’aruf ini karena Za khawatir ini akan terjerumus ke Pacaran karena targetan mas daffa menikahi Za Masih jauh jadi itu kekhawatiran Za yang begitu besar dengan mas daffa meng sms za walaupun itu mengingatkan pada hal kebaikan tapi hati Za jadi tidak tenang Za mengharapakan pernikahan yang barokah mas daffa.

Oh gitu de Za bolehkah mas daffa tahu keputusan hal tersebut  apakah sudah diistikhorohkan ? persaan mas daffa dari kemaren agak ga enak dari kemaren,oh ini ternyata berita yang akan mas daffa terima siang ini dari calon mas daffa.

Iya mas daffa, Za sudah di istikhorohkan dan sudah dikomunikasian denagn keluarga. Maaf Za sampaikan mungkin ini berita yang sangat mendadak dan membuat mas daffa terkejut , Za harap silaturahmi ini semoga tidak putus, semoga mas daffa mendapatkan jodoh yang terbaik yang diberikan Alloh SWT.

Oke kalo keputusan itu sudah mantap , terimaksih de Za sudah pernah menjadi bagian ikhtiar mas daffa dalam pencarian pendamping hidup. InsyaAlloh silaturahmi ini akan terjaga dengan baik terimakasih sudah mengajarkan bagaiamana Ta’aruf yang ahsan, maafkan mas daffa pernah membuat hati de Za tidak tenag karena sms dari mas daffa semoga de Za mendapatkan jodoh yang terbaik juga oleh Alloh SWT.

Kebarokahan sebuah pernikahan diawali dengan Proses yang baik agar bisa melahirkn generasi yang menjunjung tinggi syariat Alloh.

Wassalamualaykum wr.wb

SURAT CINTAKU UNTUK CALON SUAMIKU

Untuk Dirimu yang sudah tertulis DiLauful Mahfudz

Assalamualaykum wr.wb

Bandung 7 Juli 2015

Wahai Calon  Suamiku Bagaimana Kabar Imanmu Hari ini? Semoga Alloh senantiasa menjaga Kesucian hatimu dan keimananmu sampai pada akhirnya kita bersatu dalam mahligai Cinta yang penuh Barokah yang dibalut  dengan akad nan penuh sakral.

Aku akan sabar menunggumu sampai ALLOH memberikan dirimu untukku diwaktu yang tepat, Semoga engkau disana sama seperti ku…………………………………

Jika memang kita berdua berjodoh suatu saat nanti, aku beharap engkau sudah siap dengan segala kekuranganku yang begitu banyak, aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu tapi aku akan berusah untuk selalu menjadi istri yang sholehah yang bisa mejadi Qurrata A’YUN untuk keluarga kecil kita kelak nanti.

Maafkan aku,ingatkanlah  aku ktika hati ini dan perilaku ini melenceng dari agamakita, Ingatkanlah aku dengan kasih sayangmu agar tulang sulbi yang diambil dari tulang Rusukmu ni akan selalu kokoh mendampingimu sampai ajal menjemput.

Tetapkanlah jiawamu untuk selalu mencintai ALLOH lebih dari apapun dan bimbinglah jiwa ini untuk bisa menjadi menantu yang bisa berbakti pada mertua, aku akan berusaha untuk itu tapi aku tak bisa menjanjikan apapun untukmu.

Biarlah kekuranganmu yang aku tahu saat ini agar aku semakin bersyukur memiliki seorang imam seperti mu perkara kelebihan mu biarlah itu menjadi Bonus dan kejutan untuk anak kita kelak nanti.

Datanglah keorang tuaku jika kau sudah siap untuk mengambil alih segala tanggung jawab orang tuaku begitupun dengan dosa dosa yang ada dalam Diri ini, jika kau ingin tahu diriku tanyalah pada orang tuaku, keluaragaku dan temanku.

Kuatkanlah Hatimu untuk bersabar tidak berkomunikasi dengan jiwa ini sampai  akad terucap dari bibirmu dengan wali ku ,karena diri ini hanya ingin prosesyang penuh barokah  untuk mencapai mahligai ini benar benar diridhoi oleh Alloh.Akan banyak cobaan sebelum kita bersatu nanti maka jagalah imanmu sampai nanti kita bersatu.

Proses yang Barokah dibalut dengan keimanan insyALLOH AKAN MEMBAWA KITA KEPERNIKAHAN YANG PENUH BERKAH Biarlah Kelebihanmu menjadi bonus dalam Kehidupan nanti dan bimbinglah aku untuk istri idaman keluarga kita^_^

Wassalamualaykum wr.wb

Bhay ^_^ Maksimal

    Ya hari ini adalah pertama kali aku menginjakkan kaki dirumah kosan baru karena selama ini ga pernah hidup sendiri alias ngekoz jauh dari kaka walaupun sempat pesantren tapi rasanya sangat berbeda karena suasana pesantren itu rame kalau ngekoz itu sepiiiii banget dan yang jelas harus siap dengan keadaan seperti apapun.

Lamunanku terkagetkan dengan suara yang sangat mengaggetkan’’ Nikk… ? iya mba cici ada apa..? suaraku menjawab sapaan temanku ini. Kok ga ada jawaban ya karena penasaran aku tengok kamar beliau dan dengan wajah aneh yang aku tampakkan ternyata mba cici sedang ngelindur panggil-panggil nama aku pas tidur. Alhamdulillah dalam hati(lucu juga ya bisa panggil nama aku pas waktu tidur pasti beliau sangat memikirkan aku.. jadi(GR).

   Keesokan paginya aku sampaikan mengenai kejadian malam tadi dan beliau terheran-heran ” Ohya nikk…? sembari ketawa anehnya muncul. Nah itu yang bikin aku sangat kangen pada temen kosan aku ini dengan sapaan nikkkk… pas dia sedang tidur karena takdir dikosan ini kita hanya tinggal berdua dalam satu rumah, jadi rasanya sudah kayak saudara banget deh…..walaupun sebenernya kita satu jurusan dan sudah bersama dalam waktu lumayan lama yaitu selama 4 tahun tapi karena beda geng jadi rasanya baru akrab sekarang-sekarang hehe.

’’Nik……..kepasar yuk? Ajak maba cici kepadaku..
’’Hayukkk mba ciii kita mau apa kepasar hehe…..? tanyaku.

  ’’Belanja buat masak dan buang sampah biar lebih irit hehe maklum mahasiswa kan ya. Usul mba cici.

   Oke kita mulai hari ini kita bagi bagi tugas-tugas yuk buat mengurus rumah ini hehe walaupun emang bukan punya alias masih KONTRAKTOR hehehe…..ya mba ci. Oke buat har ini mba yang masak aku yang bagian beberes*(oke fixxxxx). Yuk capcus kepasar pumpung masih pagi jadi biar seger…..seruku padanya.

  ’’Nikk kita mau belanja apa aja nie dan belanja buat berapa harien? Mba cici menyaiku .Kita beli sayuran hijau,wortel, daun bawang, tempe, minyak, telor, lada, garam, gula, cabai, bawang-bawangan (ini ga kayak cabe-cabean lo ya hehee dalam hati) jawabku sambil pikiranku mencari tempat yang tepat buat membeli itu semuanya.

  ’’Wahhh…. banyak banget sayurannya nikkk…? mba cici terheran heran. Hehe biar hidup sehat dan sebenarnya aku tidak bisa makan tanpa itu semuanya mbaa…. rengekanku pada mba cici.

  ’’OK kalo gitu kita beli ikan bandeng 3 ya ya….? hehehe pinta mba cici padaku. Ok kayaknya ini sudah cukup belanjaannya yukkk kita pulang? Ajakku pada mba cici.Sesampainya dirumah kita biasanya melakuka hal yang lucu yaitu berhitung-hitung berapa uang yang dipake buat belanja sambil nonton tv dan ngopi jajanan pasar.

  ’’Jadi ini belanjaannya berpaen nik..? coba hitung semua uang yang tadi yang kepake? Ok siap mba kataku merespon pertanyaan mba cici. Jadi jumlah uang yang kita pake 36.000 oke berarti 18.000 ribuan ya.

  ’’Wah lumayan irit ya kalo begini celotehku terus makanannya terjamin kebersihan, gizinya dan yang pasti buat kita bisa berlatih berumah tangga ya mba? Sembari tanganku memasukkan gorengan tempe yang harganya 2000 3 biji kedalam mulutku.

  ’’ Iya nik pasti itumah dan yang lainnya efeknya kita makan teratur dan bisa bisa ini berat badan jadi naik ya…..? tersenyum mba cici sambil mengganti chanel tv.
’’Iya mba tak masalah karena nasib sama-sama kurang berat badan kan ya hehe…? dalam hati ini membahagiakan diri sendiri…suasana jadi pecah dengan gelak tawa kami berdua hehehe…..’’

  Suasana semakin menjadi-jadi karena para pisau sedang beradu dengan para punggawa sayuran dan akhirnya terjadi peperangan yang sengit mengakibatkan para sayuran mengalami mutilasi dan penyayatan hehe itu bahasa sadisnya…jangan terlalu serius bacanya ya dan jangan dibayangin hehe , penggerusan bumbu dan penggorengan ikan terlibat dalam situasi ini menjadikan dapur rumah ini semakin tidak karuan berbau enak dan berasap.

  Alhasil aku dan mba cici hidup tenang dan damai menikmati hasil masakan yang saya rasa untuk anak kosan dengan modal segitu bisa makan enak , yah waktunya aku untuk mencuci bekasnya.’’Waw.. banyak banget mba? Hehe keceplosan bilangnya. Atuh maaf atuhh banyak banget yang kepake ya nik ? seru mba cici.

  ’’Oke tak apa-apa mba ntar hanik ajari hemat pake perabotan buat masaknya hehe ..seruku. Setelah semuanya beres bersih,rapih perbincangan dimulai kembali ini sangat lucu kebetulan sedang asyik baca artikel di salah satu media berbunyi seperti ini ’’MENIKAH ITU PENANTIAN AKHWAT DAN KERAGUAN IKHWAN’’ sontak aku tertawa kecil karena penasaran mba cici yang begitu dalam lantas bertanya padaku.

  ’’Nik kenapa kamu ketawa emang ada yang lucu apa? Rasa penasaran mba cici melihatku dengan serius. Akhirnya aku perlihatakan media yang sedang yang aku baca setelah itu yang terjadi kita tertawa secara serempak …..HAHAHA…..

  ’’ Lucu lucu mba quotnya mau-mau dicapture buat profil BBM ayo cepet sini mba, pasti ntar langsung banyak yang comment ni..pinta mba cici kepadaku dengan girangya. Akhirnya memang kejadian banyak yang comment: mba cici teh hoyong nikah disalah satu commentnya.

  ’’Nik emang bener ya gitu da perempuan mah tinggal nunggu atuh ya’’ curhatan mba cici. ’’iya atuh mba ’’timpal aku. ’’Tapi gimana ya nik kita mau jemput jodoh itu padahal kan kata Allo jodoh itu sudah ditakdirkan kenapa kita kudu jemput dan ngejemputnya gimana atuh batasan-batasannya karena aku dah ga mau pacaran da dah capek atuh kalo pacaran pasti berantem dan ketika terlalu mencintainya pas putus teh SAKITNYA TUH DISINI mba cici sambil mengelus dada.

   ’’Jodoh itu kan sama kayak rejeki walaupun sudah ditentukan oleh Allloh tapi kita berusaha buat mengambilnya ketika kita menginginkan rejeki kita barokah maka harus diperoleh dengan cara yang halal dan sumbernya juga harus yang halal nah itu makanya ketika mba sudah siap untuk menikah dalam artian ilmu dan psikologis mba sudah mampu maka seyogyanya mba konsultasikan pada keluarga mba atau keorang yang sudah terpercaya keimanannya untuk membantu mba mendapatkan jodoh itu mba’’ ucapku dengan sepengetahuan agama yang cetek.

  ’’Tapi aku takut cara itu nik, kan banyak yang kurang diketahui dari orang tersebut’’ ungkap mba cici. Ya kan ada masa untuk saling mengenalnya mba namanya itu ta’aruf yang prosesnya didampingi oleh perwakilan dari pihak laki-laki dan pihak perempuan itu juga ini bertujuan agar terjaga dalam proses ta’aruf ini mba.

  Perbincangan semakin hangat karen mungkin usia kita memang sudah cukup untuk mebahas yang seperti ini kali ya. Ya memang seperti itu dinamika kehidupan ada kalanya kita memikirkannya haha. Ohya emangnya yang ikut ta’arufan kayak gitu harus ikhwan dan akhwat dalam artian yang pakai jilbab gede kalo yang laki-laki harus yang berjenggot gitu nik ??? ya ga gitu juga mba kali mba siapapun boleh kan itu istilahnya aja kelihatannya kayakspesifikasi buat orang-orang seperti itu padahal ini anjuran buat orang muslim agar jodoh yang kita dapatkan barokah dan sesuai cara islam.

   Iya deh nik akan aku jaga hati ini untuk seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku nanti dan aku ga mau ngasih harapan pada siapapun untuk menunggu aku yang jelas yang datang lebih dulu keorang tuaku dan pemahamannya bagus itu yang didahulukan agar diridoi Alloh, iyakan nik? Mba meyakinkanku.

   ’’Ya iya mba ci jagalah mulai dari sekarang kan mba dah capek pacaran kan ya karena boros pulsa,boros pikiran, boros dosa dan yang pastinya belum tentu dia yang jadi pendamping hidupmu suatu saat nanti, status jomblo lebih KEREN kan ya mba bebas lakuin sesuatu tanpa harus INI,ITU tapi harus sesuai dengan koridor sebagai seorang MUSLIMAH.

  Ya Alloh rasanya nyaman banget ya ketika kita sudah melepaskan segala beban yang akan menjauhkan kita pada Alloh ya mba ci. Alhamdulillah hari ini adik mba cici tinggal dikosan dan menambah suasana kekeluargaan antara kita semuanya.Tak terasa bahwa hari ini adalah hari kamis dan terkejut diriku ketika mba cici dan adiknya memintaku untuk kekajian Ma’rifatulloh yang diisi oleh a-Agym, diriku terdiam dan termangu subhanalloh mba cici ingin mendalami tentang Alloh.

  ’’Nik jangan bengong atuh, lagi mikirin apa sebenernya si,mau ikt apa ga ni? Gertak mba cici padaku. ’’Hehe mba,hanik kayaknya ga ikut deh, hanik males mba”, jawabku lirih padanya . ” Kan kamu mantan santri a-aGym kan masa si ga mau ketemu kiyai kamu selagi kamu masih disini nik hayuk atuh, kalo masih ga mau itu pasti banyak bisikan setan yang bersarang ditelingamu hihihi? Mba cici menakuti aku.

   ” Oke fix aku ikut mba” jawabku dengan penuh rasa terpaksa. Alhamdulillah ini setan-setan pada mau pergi dari telingamu nik. Ohya kerudungku sudah nutup dada belum ini ajarin aku pakai kerudung nutup dada dong, pakai rok ini cocok ga? Pinta mba cici padaku. “iya udah bagus,cocok dan cantik pastinya hehe. Adiknya pun terheran-heran kenapa kakanya jadi seperti ini.

   Setelah siap semuanya kita keluar dari kosan dan jalan kaki menuju tempat kajian tersebut. Tapi belum lama kita berjalan kaki ”Dedubrakkkk, Aduh sakitttttt” keluhku pada mba cici. Ya Alloh nik kenapa ini dengan kamu, yaaw dah pulang kekosan ganti kaos kakinya ya aku tunggu disini? Mba ci dan heran dengan diriku hari ini.

   Mungkin Alloh menakdirkan aku terpleset biar aku niat cari ilmunya yang ikhlas ” bisikan lirih dalam hatiku makasih ya Alloh Engkau balas sekarang aku takut kalau Engkau membalasnya diakhirat nanti pasti itu akan lebih sakit dan tidak dipungkiri aku harus lebih hati hati karena memang keadaan malam itu agak sedikit hujan jadi rada licin jalan.

   Kajian malam ini sungguh sangat mendamaikan hati bagiku dan mba cici walaupun hanya sebentar sekitar 1 jam . Kulihat disaat kita berdoa bersama diakhir kajian kulihat mba cici sangat khusyuk sekali dan menangis tersedu membuat diriku malu kenapa diriku tidak bisa seperti itu. I same with you my housemeet.

   Setelah selesai kajian itu ada kejadian terjadi lagi yaitu sandal mba cici yang diapakai adiknya hilang,”Wah sandalku kemana ini, ga ada teh” gerutu adik mba cici mengadukan kehilangan sandalnya pada mba cici.Walah padahal sandal satu satunya yang bahan dari plastik itu teh dek? ”Waduh gimana lagi atuh teh.Ya pada akhirnya karena meminjam sandal diDKM tidak ada dengan rela mba cici pulang untuk mengambil sandal buat adiknya yang disayanginya.

   Setelah sampai rumah ada rasa kekecewaan dalam hati mba cici kenapa sandalnya yang hilang itu karena sandal itu yang sangat disayanginya. Dengan tenang aku berbicara padanya mungkin itu bukan rejeki kita sama kayak jodoh gitu ya, ketika kita sangat mencintai seseorang ketika orang itu meningglkan kita maka sakitnya itu disini aku menggambarkannya padanya. Dan mba cici pun menyadari segala sesuatu jangan dicintai terlalu berlebihan karena jika terlalu berlebihan akan memberikan efek SAKITNYA TUH DISINI dan dia teringat pada saat diputusin pacarnya 6 bualn yang lalu rasanya sakit banget karean mba cici sudah sangat sayang dan mengenal keluarganya.

    Dan sekarang mba cici sangat fokus untuk mencari beasisawa S2 nya ke Luar Negri dan fokus belajar IELTS dikampung Inggris Pare Kediri. Sebelum perpisahan aku dan dirinya kita bersepakat akan sama fokus untuk menggapai masa depan, dia dengan IELTS dan pencarian beasiswanya keluar negri dan aku dengan skripsiku sampai BAB III, Sampai Bertemu nanti dibulan Februari .

    See you a gain my haousemeet. Semoga Alloh masih mempertemukan kita agar kita masih saling belajar menuntut ilmu apapun.

hikmah_dalizarin

Blog di WordPress.com.

Atas ↑